Kilas

Wakil Ketua DPRD Jateng: Status Lumbung Pangan Banyumas Harus Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Petani

×

Wakil Ketua DPRD Jateng: Status Lumbung Pangan Banyumas Harus Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho

BANYUMASMEDIA.COM – Kabupaten Banyumas ditetapkan sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah sekaligus terpilih mendukung program Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Nasional.

Dengan kondisi geografis yang subur serta curah hujan yang relatif stabil, Banyumas dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Selain itu, daerah ini juga tercatat mengalami surplus produksi pangan.

Program KSPP akan berbasis pada penguatan peran petani lokal melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan badan usaha milik negara (BUMN). Di Banyumas, program ini difokuskan pada sejumlah langkah strategis, seperti pembangunan fasilitas penggilingan padi modern, pusat pelatihan pertanian, serta pusat riset dan inovasi bagi generasi muda.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menyampaikan apresiasinya atas capaian Banyumas sebagai lumbung pangan.

Menurutnya, program tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan di tengah ketidakpastian global dan perubahan iklim.

“Kondisi global saat ini tidak menentu, ditambah perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan. Kami mengapresiasi para pelaku sektor pangan yang telah berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Dorong Kesejahteraan Petani

Ari menegaskan, peningkatan produksi pangan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani. Ia berharap status Banyumas sebagai lumbung pangan dapat berdampak langsung terhadap pendapatan petani.

“Jangan hanya angka produksi yang meningkat, tetapi kesejahteraan petani juga harus ikut naik. Petani harus semakin berdaya secara ekonomi,” tegasnya.

Ia menilai, kemandirian pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi dan distribusi, tetapi juga menyangkut posisi petani sebagai aktor utama yang harus mendapatkan manfaat lebih besar.

Karena itu, menurutnya, dukungan teknis seperti kemudahan akses pupuk, perbaikan irigasi, serta peningkatan kapasitas melalui penerapan teknologi pertanian modern perlu terus diperkuat.

BACA JUGA  UMKM Pekalongan Bojongsari Dibekali Keahlian Produksi Sapu dan Sikat untuk Pasar Ekspor

“Kemandirian pangan harus menempatkan petani sebagai pusatnya. Peningkatan produksi seharusnya berbanding lurus dengan kesejahteraan mereka. Selain itu, petani juga perlu dibekali kemampuan pertanian modern,” jelasnya.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, ia menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah daerah, BUMN, dan pihak swasta.

“Semua pihak harus bergerak bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa mewujudkan kemandirian pangan yang kokoh di Jawa Tengah,” pungkasnya. [asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *