BANYUMASMEDIA.COM – Di tengah kebiasaan remaja yang akrab dengan layar gawai dan arus informasi yang bergerak tanpa henti, SMP IT Harapan Bunda Purwokerto memilih menghadirkan ruang untuk melambat. Melalui program literasi yang dilaksanakan setiap Kamis dan Jumat pukul 07.30–07.45 WIB, siswa diajak memulai hari dengan membaca buku, bukan membuka media sosial.
Selama 15 menit pertama sebelum kegiatan belajar dimulai, suasana sekolah berubah menjadi lebih tenang. Setiap siswa tenggelam dalam buku yang dipilih sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan belajarnya. Bagi sekolah, membaca bukan sekadar membiasakan siswa menyelesaikan halaman demi halaman, tetapi melatih kemampuan fokus, berpikir mendalam, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan gagasan dan pengetahuan.
Di era yang serba cepat, kemampuan untuk memberi perhatian penuh pada satu hal menjadi keterampilan yang semakin berharga. Melalui kebiasaan membaca secara rutin, siswa diajak menikmati proses belajar tanpa tergesa-gesa, sekaligus membangun ketekunan yang akan berguna dalam berbagai aspek kehidupan.
Ubay, siswa kelas VII, merasakan manfaat langsung dari program tersebut. Menurutnya, membaca menjadi penyeimbang di tengah derasnya budaya scrolling yang kini begitu dekat dengan kehidupan remaja.
“Sekarang banyak teman seusia kami yang lebih sering scrolling media sosial. Lama-lama bisa bikin susah fokus atau brain rot. Jadi menurut saya, membaca itu penting supaya pikiran tetap terlatih dan tidak hanya menerima informasi secara cepat,” ujarnya.
Program literasi menjadi salah satu ikhtiar SMP IT Harapan Bunda untuk menumbuhkan budaya belajar yang lebih sadar dan reflektif. Di tengah banjir informasi digital, sekolah berharap siswa tidak hanya menjadi pembaca yang gemar mencari pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, menjaga fokus, dan memilih informasi yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.











