Liputan

Rabu Pon di Tlahab Kidul, Penanaman Pohon Didorong Jadi Upaya Kurangi Risiko Bencana

4
×

Rabu Pon di Tlahab Kidul, Penanaman Pohon Didorong Jadi Upaya Kurangi Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, berada di kawasan lereng yang dikelilingi perbukitan. Kondisi geografis tersebut membuat penghijauan dan pengelolaan lingkungan menjadi penting, terutama untuk membantu mengurangi risiko banjir dan tanah longsor.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Rabu Pon atau Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon tingkat Provinsi Jawa Tengah di Desa Tlahab Kidul, Kamis (10/9/2026). Sebanyak 250 bibit tanaman buah dan tanaman keras dibagikan untuk ditanam di lingkungan desa dan pekarangan warga.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan penanaman pohon perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan. Menurutnya, kondisi wilayah Tlahab Kidul yang berada di dataran tinggi dan dikelilingi perbukitan membuat upaya menjaga daya serap tanah menjadi penting.

“Desa Tlahab Kidul ini berada di dataran yang cukup tinggi dan dikelilingi perbukitan. Karena itu, penanaman pohon dan penghijauan di wilayah ini penting untuk membantu menjaga daya serap tanah dan mengurangi risiko banjir maupun tanah longsor,” kata Fahmi.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan pengalaman masyarakat Purbalingga menghadapi bencana. Kecamatan Karangreja sempat mengalami banjir bandang pada awal 2026.

Karena itu, penanaman pohon dalam kegiatan Rabu Pon tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan penghijauan. Pemerintah berharap gerakan tersebut dapat dilanjutkan dengan pemeliharaan lingkungan secara bersama-sama.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan kegiatan Rabu Pon di wilayah yang memiliki potensi bencana menjadi bagian dari upaya pemulihan dan penguatan lingkungan.

“Melalui Rabu Pon ini, kami ingin mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan, terutama di daerah yang rawan bencana. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan bersama untuk mengurangi risiko banjir, longsor dan kekeringan,” ujarnya.

BACA JUGA  Endemik yang Epik: Maleo dan Telur Besar

Menanam untuk Lingkungan, Memanfaatkan Pekarangan untuk Pangan

Rabu Pon di Tlahab Kidul tidak hanya diisi dengan kegiatan penanaman pohon. Warga juga diajak memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Sebanyak 1.000 bibit nila, 3.000 bibit lele, 720 bibit cabai, 720 bibit terong, serta 10 pasang ayam kampung dibagikan kepada masyarakat untuk dikembangkan.

Pemanfaatan pekarangan tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan. Warga juga mendapat pelatihan budidaya ikan dalam ember yang diikuti 30 peserta.

Nawal mengatakan hasil budidaya tidak harus berhenti untuk konsumsi keluarga. Jika produksi berlebih, warga dapat menjualnya sehingga memberikan tambahan pendapatan.

“Kalau lelenya sudah banyak, bapak ibu bisa menjual lele sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” katanya.

Dengan pola tersebut, kegiatan Rabu Pon mencoba menghubungkan persoalan lingkungan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Penghijauan dilakukan untuk menjaga lingkungan, sementara pekarangan dimanfaatkan untuk pangan dan berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Sampah dan Minyak Jelantah Ikut Jadi Perhatian

Persoalan lingkungan juga dibahas melalui pengelolaan sampah rumah tangga. Nawal mendorong kader PKK memperkuat pemilahan sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Warga juga diperkenalkan dengan program “Jelantah Menjadi Rupiah”. Melalui program tersebut, minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi.

Menurut Nawal, program tersebut nantinya akan didukung sistem digital sehingga hasil pengumpulan minyak jelantah dapat diketahui dan disalurkan menjadi nilai rupiah bagi warga.

Selain persoalan lingkungan dan pangan, kegiatan Rabu Pon juga disertai sejumlah layanan sosial. Warga mendapat bantuan rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), sembako, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk pencegahan stunting, pengobatan massal, dan layanan Cek Kesehatan Gratis.

BACA JUGA  IoTernak, Teknologi Mahasiswa Unsoed untuk Bawa Smart Farming Lebih Dekat ke Peternak Ayam

Pelayanan administrasi kependudukan juga dilakukan secara jemput bola melalui layanan Mendoan Gratis. Dalam kegiatan tersebut tercatat penerbitan 88 Kartu Identitas Anak (KIA), 40 Kartu Keluarga (KK), dan 46 KTP elektronik.

Selain itu, terdapat tujuh perekaman KTP elektronik dan lima aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Posyandu 6 SPM dan PAUD di Desa Tlahab Kidul.

Melalui kegiatan tersebut, Rabu Pon tidak hanya membawa gerakan menanam pohon ke wilayah perbukitan. Kegiatan itu juga menggabungkan penghijauan, pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sampah, penguatan ekonomi rumah tangga, serta pelayanan dasar bagi masyarakat.

Namun, keberlanjutan gerakan tersebut pada akhirnya akan bergantung pada apa yang dilakukan setelah kegiatan selesai. Bibit yang dibagikan perlu dirawat, pekarangan perlu terus dimanfaatkan, dan pengelolaan sampah perlu menjadi kebiasaan agar kegiatan sehari itu menghasilkan perubahan yang bertahan lebih lama.

Penulis: Ahmad S Robbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *