Liputan

Masjid Taman Pesona Teluk Raih Juara 3 Lomba QRIS Masjid Ter-Digital Se-Banyumas Raya 2026

1
×

Masjid Taman Pesona Teluk Raih Juara 3 Lomba QRIS Masjid Ter-Digital Se-Banyumas Raya 2026

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM — Kotak amal bukan lagi satu-satunya cara jamaah Masjid Taman Pesona menyalurkan infak dan sedekah. Masjid di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, itu mulai mengandalkan pembayaran digital melalui QRIS untuk memudahkan jamaah menunaikan ZISWAF.

Pemanfaatan teknologi tersebut membawa hasil. Takmir Masjid Taman Pesona meraih Juara 3 Lomba QRIS Masjid Ter-Digital Se-Banyumas Raya 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Ahad (6/9/2026) di kompleks Kolam Retensi Menara Teratai Purwokerto. Ketua Takmir Masjid Taman Pesona, Achri Priyono, menerima langsung hadiah yang diserahkan Kepala Unit IKSP Bank Indonesia, Surdiyono.

Dalam lomba tersebut, posisi pemenang ditentukan berdasarkan jumlah transaksi ZISWAF melalui QRIS selama dua pekan terakhir Agustus 2026.

Masjid Taman Pesona menempati posisi ketiga, di bawah Masjid 17 Sokanegara Purwokerto sebagai juara pertama dan Masjid Al-Ikhlas Berkoh Purwokerto sebagai juara kedua.

Bagi Achri, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan bagi takmir. Ia berharap penggunaan QRIS dapat menjadi kebiasaan baru bagi jamaah dalam menyalurkan infak, sedekah, maupun zakat.

“Alhamdulillah, masjid kami menjadi urutan ke-3 dalam perolehan ZISWAF melalui QRIS setelah Masjid 17 Sokanegara Purwokerto dan Masjid Al-Ikhlas Berkoh Purwokerto. Semoga menjadi titik awal bagi jamaah untuk berinfak dan berzakat melalui QRIS karena lebih simple, tanpa bea administrasi, dan lebih aman. Tidak perlu khawatir kotak infaknya dicuri maling,” kata Achri.

Menurut Achri, penggunaan QRIS menawarkan cara yang lebih praktis bagi jamaah yang sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital. Jamaah tidak harus menyiapkan uang tunai ketika ingin menyalurkan infak atau sedekah di masjid.

Pada saat yang sama, digitalisasi juga menjadi bagian dari upaya takmir membangun pengelolaan ZISWAF yang lebih tertata dan transparan.

BACA JUGA  Burung Gaok Tak Lagi Menari di Langit Desa Kami

Masjid yang Lahir Menjelang Pandemi

Masjid Taman Pesona tergolong masih muda dibandingkan banyak masjid lain di Banyumas. Usianya kini sekitar enam tahun dan keberadaannya tumbuh bersamaan dengan periode sulit ketika pandemi COVID-19 mulai melanda.

Pembangunan masjid dimulai sekitar satu tahun sebelum pandemi. Sementara kepengurusan atau ketakmiran secara resmi terbentuk pada 2020.

Situasi tersebut membuat perjalanan awal masjid tidak berlangsung dalam kondisi yang mudah. Namun, seiring berjalannya waktu, pengurus terus mengembangkan pelayanan kepada jamaah, termasuk mencari cara baru untuk menyesuaikan aktivitas masjid dengan perubahan kebiasaan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital.

QRIS kemudian tidak hanya dipandang sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai bagian dari cara masjid berinteraksi dengan jamaah yang semakin akrab dengan transaksi melalui ponsel.

Bagi takmir, teknologi tersebut membuat aktivitas berinfak dan bersedekah dapat dilakukan dengan lebih sederhana. Jamaah cukup menggunakan perangkat digital yang dimiliki untuk menyalurkan dana ZISWAF.

Penghargaan dalam Lomba QRIS Masjid Ter-Digital Se-Banyumas Raya 2026 menjadi salah satu capaian dari proses tersebut.

Achri berharap capaian itu dapat dilanjutkan dengan semakin luasnya penggunaan QRIS oleh jamaah Masjid Taman Pesona.

“Semoga penghargaan ini bukan menjadi akhir, tetapi justru menjadi titik awal untuk membangun budaya berinfak, bersedekah, dan berzakat secara digital di lingkungan jamaah Masjid Taman Pesona,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *