BANYUMASMEDIA.COM, JAKARTA — Anggota Persatuan Ulama Dunia asal Palestina, Syekh Dr. Muhammad Al-Hajj, mengatakan Masjid Al-Aqsa tidak hanya menjadi bagian dari perjuangan masyarakat Palestina, tetapi juga menjadi perhatian umat Islam di berbagai negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Syekh Muhammad Al-Hajj dalam kegiatan SIMATINA 2026 bertajuk “Melawan Penistaan Masjidil Aqsa dan Penjajahan Palestina” di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari BKSAP DPR RI, Pimpinan MPR RI, dan Pimpinan DPR RI. Acara juga dirangkaikan dengan peluncuran HQ Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP).
Dalam sambutannya, Syekh Muhammad Al-Hajj menyampaikan salam dari masyarakat Palestina dan para penjaga Masjid Al-Aqsa kepada masyarakat Indonesia.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Menurut Syekh Muhammad Al-Hajj, kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsa tidak semata-mata menjadi persoalan masyarakat Palestina. Ia mengaitkannya dengan ikatan umat Islam serta posisi Masjid Al-Aqsa dalam keyakinan umat Islam.
“Al-Aqsa bukanlah milik Palestina, melainkan Al-Aqsa adalah milik kita semua, milik seluruh umat Islam yang ada di dunia,” ujarnya.
Karena itu, ia menyerukan agar masyarakat Indonesia turut memberikan perhatian terhadap kondisi Palestina serta mendukung upaya mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Soroti Kondisi Palestina
Dalam forum tersebut, Syekh Muhammad Al-Hajj juga menyoroti kondisi masyarakat Palestina yang menurutnya masih menghadapi kekerasan dan berbagai bentuk penindasan.
Ia mengatakan penderitaan masyarakat Palestina masih berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari penangkapan hingga penghancuran rumah.
“Pembakaran itu ada setiap hari, setiap hari api itu menyala, api kebencian, penangkapan para ulama, anak-anak kecil, para wanita, pengusiran dari tanah air, penghancuran setiap rumah dan pembangunan yang ada,” tuturnya.
Syekh Muhammad Al-Hajj juga menyebut sekitar 98 persen bangunan di Palestina telah hancur.
Ia kemudian mengajak pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung penghentian kekerasan serta upaya perdamaian di Palestina.
“Hukumatan wa syaaban, baik pemerintah maupun rakyatnya, bersama-sama kita hentikan seluruh pembakaran ini. Bersama-sama kita berjuangkan kemerdekaan dan perdamaian yang ada di Palestina,” katanya.
Menurutnya, dukungan terhadap Palestina tidak hanya berkaitan dengan keimanan, tetapi juga nilai kemanusiaan.
Karena itu, ia berharap masyarakat Indonesia terus memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Palestina.
Di akhir sambutannya, Syekh Muhammad Al-Hajj mendoakan pihak-pihak yang mendukung perjuangan Palestina agar mendapatkan kebaikan dari Allah SWT.
Ia juga mendoakan Indonesia agar menjadi negara yang aman dan penuh keberkahan.











