Kilas

Jateng Surplus Padi 9,3 Juta Ton, Setya Arinugroho Dorong 3 Program Ketahanan Pangan Terukur untuk Banyumas-Cilacap

×

Jateng Surplus Padi 9,3 Juta Ton, Setya Arinugroho Dorong 3 Program Ketahanan Pangan Terukur untuk Banyumas-Cilacap

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Wakil DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, mengusulkan tiga program prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah selatan Jawa Tengah, khususnya Banyumas dan Cilacap.

Menurutnya, surplus produksi pangan yang dicapai Jawa Tengah perlu diikuti dengan upaya nyata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani dan nelayan di daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, produksi padi tahun 2024 mencapai 8,89 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 5,11 juta ton beras. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan produksi padi terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Timur. Sementara itu, Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi padi Jawa Tengah pada 2025 meningkat menjadi 9,30 juta ton GKG.

Dalam keterangannya, Setya Ari menilai ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya produksi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

“Jateng surplus 9 juta ton itu catatan baik. Tugas kita sekarang memastikan petani dan nelayan Banyumas-Cilacap juga merasakan manfaatnya. Yang paling krusial dan bisa langsung dikerjakan adalah air, tempat penyimpanan hasil, dan kepastian pasar,” ujarnya.

Revitalisasi Irigasi Mikro

Program pertama yang diusulkan adalah perbaikan saluran irigasi tersier untuk mendukung stabilitas masa tanam. Langkah ini dinilai penting mengingat luas panen padi di Jawa Tengah pada 2024 tercatat turun 5,36 persen menjadi 1,55 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia mendorong adanya pemetaan dan perbaikan bertahap terhadap infrastruktur irigasi di tingkat usaha tani agar produktivitas pertanian dapat terus terjaga.

Lumbung Pangan Desa dan Cold Storage

Selain itu, Setya Ari mengusulkan pembangunan lumbung pangan desa serta fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) di setiap kecamatan di wilayah Banyumas dan Cilacap.

BACA JUGA  Setya Arinugroho Dorong Pekerja Sektor Informal Masuk Prioritas Penerima Mudik Gratis Jateng 2026

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi kehilangan hasil pascapanen sekaligus memberi ruang bagi petani dan nelayan untuk menjual produknya pada saat harga lebih menguntungkan.

Perkuat Kemitraan dengan Industri

Program ketiga yang diusulkan adalah memperkuat kemitraan antara kelompok tani dan nelayan dengan industri maupun ritel modern. Melalui skema tersebut, rantai distribusi diharapkan menjadi lebih pendek sehingga harga yang diterima petani dan nelayan lebih stabil.

Setya Ari mengatakan usulan tersebut akan dikawal dalam pembahasan APBD Jawa Tengah 2026 agar sektor pertanian dan perikanan di wilayah selatan memperoleh perhatian yang lebih besar.

“Branding Jawa Tengah sebagai lumbung pangan harus dibarengi kerja nyata di lapangan. Kalau irigasi lancar, hasil panen tertampung, dan penjualannya tidak hanya bergantung pada tengkulak, itulah ketahanan pangan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian dan perikanan merupakan langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Banyumas dan Cilacap.

Editor: Ahmad S Robbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *