Liputan

Liburan Tak Lagi Cukup Satu Destinasi, Jawa Tengah Siapkan Wisata Terhubung Lintas Daerah

×

Liburan Tak Lagi Cukup Satu Destinasi, Jawa Tengah Siapkan Wisata Terhubung Lintas Daerah

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Cara orang berlibur perlahan berubah. Jika dahulu satu destinasi sudah cukup menjadi alasan untuk bepergian, kini wisatawan cenderung mencari pengalaman yang lebih lengkap dalam satu perjalanan. Mereka tidak hanya ingin menikmati satu objek wisata, tetapi juga kuliner khas, budaya lokal, wisata religi, hingga produk-produk ekonomi kreatif yang ditemui sepanjang perjalanan.

Perubahan pola wisata itulah yang mulai dibaca oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui konsep aglomerasi wisata lintas daerah, sejumlah destinasi unggulan di berbagai kabupaten dan kota akan dihubungkan dalam satu rangkaian perjalanan yang saling terintegrasi.

Tujuannya bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi agar dapat dirasakan lebih banyak daerah dan masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pengembangan sektor pariwisata tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Setiap daerah perlu membangun konektivitas antardestinasi agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan tujuan dalam satu kali perjalanan.

“Jadi kalau wisatawan datang ke satu daerah, bisa lanjut ke daerah lain dalam satu rangkaian perjalanan,” kata Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, konsep tersebut akan mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Jawa Tengah. Semakin lama wisatawan berada di suatu daerah, semakin besar pula perputaran ekonomi yang tercipta, baik bagi pelaku usaha kuliner, pengelola wisata, perhotelan, transportasi, maupun UMKM lokal.

Beberapa kawasan telah dipetakan sebagai wilayah yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi. Di wilayah tengah, misalnya, terdapat jalur Batang–Dieng–Temanggung yang memiliki kekuatan pada wisata alam dan budaya. Sementara di Pantura Barat terdapat kawasan Brebes–Kota Tegal–Kabupaten Tegal–Pemalang yang menawarkan beragam potensi wisata mulai dari kuliner, pantai, hingga wisata alam pegunungan.

BACA JUGA  Citra Satelit BMKG Tunjukkan Aktivitas Awan Hujan di Jawa Tengah

Konsep aglomerasi tersebut tidak hanya menghubungkan destinasi wisata alam. Wisata religi, budaya, ekonomi kreatif, produk halal, hingga berbagai aktivitas masyarakat lokal juga akan menjadi bagian dari paket wisata yang saling terkoneksi.

Namun demikian, Luthfi menegaskan bahwa pengembangan wisata harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai. Akses menuju lokasi wisata menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan wisatawan.

“Jangan sampai wisata yang kita bangun, tetapi infrastrukturnya tidak ada. Karena itu harus disiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan penguatan sektor pariwisata juga dilakukan melalui pengembangan desa wisata.

Saat ini, sekitar 1.000 desa wisata dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah sedang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang lebih kuat dan terintegrasi.

“Sekitar 1.000 desa wisata dari kabupaten dan kota sudah kami koordinasikan untuk disiapkan, dan direncanakan diluncurkan pada akhir tahun 2026,” kata Hanung.

Selain desa wisata, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan penguatan kalender event daerah. Berbagai kegiatan budaya, festival, dan agenda berskala nasional maupun internasional akan didorong masuk dalam kalender pariwisata agar dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan lama tinggal pengunjung.

Ke depan, konsep wisata lintas daerah tersebut juga akan didukung dengan sistem informasi digital yang memudahkan wisatawan mengakses informasi mengenai destinasi wisata, kuliner, akomodasi, hingga produk ekonomi kreatif dalam satu platform.

Sejumlah daerah pun mulai menawarkan potensi unggulannya untuk masuk dalam jejaring wisata tersebut. Kota Pekalongan mengusulkan penguatan wisata religi Makam Sapuro dan kawasan Pecinan. Kabupaten Pekalongan mendorong pengembangan Linggoasri, Petungkriyono, dan Paninggaran. Kabupaten Pemalang menawarkan Pantai Widuri serta wisata petualangan Via Ferrata Gunung Jimat. Adapun Kabupaten Tegal mengusulkan kawasan wisata Guci dan Kaligua sebagai bagian dari konektivitas wisata regional.

BACA JUGA  Lansia Itu Bukan Beban, Cuma Kita Terlalu Sering Menganggap Mereka Sudah Selesai

Jika selama ini wisatawan datang ke satu tempat lalu pulang, konsep baru yang sedang disiapkan Jawa Tengah mencoba menawarkan pengalaman berbeda. Sekali berangkat, wisatawan dapat menikmati lebih banyak destinasi dalam satu perjalanan. Pada saat yang sama, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata tidak hanya berhenti di satu daerah, tetapi mengalir ke wilayah-wilayah lain yang saling terhubung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *