Liputan

Ijazah Sudah di Tangan, Tapi Dunia Kerja Masih Menunggu: Mengapa Magang Jadi Penting bagi Lulusan Baru?

2
×

Ijazah Sudah di Tangan, Tapi Dunia Kerja Masih Menunggu: Mengapa Magang Jadi Penting bagi Lulusan Baru?

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Setiap tahun ribuan mahasiswa Indonesia merayakan satu momen yang sama: wisuda. Toga dikenakan, foto bersama keluarga, lalu selembar ijazah dibawa pulang sebagai tanda bahwa perjalanan panjang di bangku kuliah telah selesai. Namun, setelah euforia wisuda berakhir, ada satu pertanyaan yang sering muncul: setelah ini mau ke mana?

Bagi sebagian lulusan, perjalanan menuju dunia kerja tidak selalu semudah mengirim lamaran lalu mendapatkan pekerjaan. Banyak perusahaan kini tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi juga pengalaman, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan praktis yang dimiliki calon pekerja. Di sinilah banyak lulusan baru menghadapi tantangan, mereka memiliki ilmu, tetapi belum banyak kesempatan untuk membuktikan diri di dunia profesional.

Persoalan inilah yang coba dijawab melalui Program Magang Nasional 2026. Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendorong para lulusan perguruan tinggi di daerahnya untuk memanfaatkan program tersebut sebagai jembatan menuju dunia kerja melalui sosialisasi yang digelar di Pendopo Dipokusumo, Rabu (8/7/2026).

Program ini bukan sekadar memberikan tempat bagi lulusan untuk “merasakan bekerja”, tetapi menjadi ruang transisi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Selama enam bulan, peserta akan mendapatkan pengalaman kerja langsung, pendampingan mentor, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga uang saku sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota lokasi magang.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purbalingga Mukodam mengatakan, tantangan terbesar lulusan saat ini adalah kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan dunia kerja.

“Program ini diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan kesiapan tenaga kerja, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dan peluang kerja yang semakin terbuka,” ujarnya.

Persoalan pengalaman kerja memang menjadi salah satu tantangan besar bagi lulusan baru. Tidak sedikit perusahaan mencari tenaga kerja yang sudah memiliki kemampuan praktis, sementara banyak lulusan baru masih membutuhkan ruang untuk belajar memahami ritme kerja sebenarnya.

BACA JUGA  Putra Banyumas Raih Tiga Penghargaan di Duta Mangrove Indonesia 2026

Bagi pemerintah daerah, program magang menjadi salah satu cara untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyebut kesempatan tersebut sebagai peluang strategis bagi lulusan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengenal dunia industri lebih dekat.

“Tahun ini pelaksanaan Program Magang Nasional harus kita optimalkan. Program ini memberikan manfaat bagi lulusan karena mendapatkan pengalaman kerja, sekaligus membantu dunia usaha memperoleh talenta muda yang memiliki potensi untuk berkembang,” katanya.

Menariknya, program ini juga tidak hanya berbicara tentang peserta magang. Dunia industri juga mendapatkan manfaat karena dapat menemukan calon tenaga kerja yang sudah memahami budaya kerja perusahaan. Magang menjadi semacam masa “saling mengenal” antara perusahaan dan calon pekerja sebelum memasuki hubungan kerja yang lebih panjang.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Herry Nugraha menjelaskan, Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Tahun 2026 merupakan bagian dari kebijakan stimulus ekonomi pemerintah. Program ini menargetkan 150 ribu lulusan Diploma, Sarjana, hingga pendidikan profesi yang lulus maksimal satu tahun terakhir.

Menurutnya, pengalaman dari pelaksanaan sebelumnya menunjukkan bahwa magang dapat menjadi pintu masuk menuju pekerjaan. Pada angkatan pertama, hampir sepertiga peserta mendapatkan tawaran kerja setelah menyelesaikan program.

Angka tersebut menunjukkan satu hal penting: terkadang persoalan lulusan bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan, tetapi karena belum mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tersebut.

Magang memberikan ruang bagi lulusan untuk mengubah status dari “pencari kerja tanpa pengalaman” menjadi seseorang yang telah memiliki rekam jejak profesional. Pengalaman enam bulan mungkin terlihat singkat, tetapi bagi seseorang yang baru pertama kali memasuki dunia kerja, pengalaman tersebut dapat menjadi modal besar.

Purbalingga sendiri memiliki tantangan dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat.

BACA JUGA  Warung Sorjem Purwokerto: Tempat Makan yang Mengajarkan Saya Bahwa Bahagia Itu Kadang Cuma Butuh Telor Balado dan Mendoan Hangat

Namun, keberhasilan program ini tentu tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dunia usaha perlu membuka ruang, perguruan tinggi perlu mendorong alumninya berpartisipasi, dan lulusan harus memiliki keberanian untuk mencoba.

Sebab dunia kerja hari ini tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi juga orang yang siap belajar, mampu beradaptasi, dan memahami bagaimana ilmu yang diperoleh di kampus diterapkan dalam kehidupan nyata.

Pada akhirnya, ijazah adalah awal perjalanan, bukan garis akhir. Dan bagi banyak lulusan baru, mungkin satu langkah kecil berupa program magang bisa menjadi pintu pertama menuju karier yang lebih besar.

Editor: Ahmad S Robbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *