Liputan

Revola Jateng Ubah Lahan Terbengkalai Menjadi Sumber Penghidupan Baru bagi Ratusan Keluarga

3
×

Revola Jateng Ubah Lahan Terbengkalai Menjadi Sumber Penghidupan Baru bagi Ratusan Keluarga

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Selama lebih dari satu dekade, lahan bekas Perkebunan Inti Rakyat (PIR) teh di Kabupaten Banjarnegara nyaris tak tersentuh. Tidak ditanami, tidak menghasilkan, dan perlahan berubah menjadi lahan tidur. Kini, kawasan itu mulai hidup kembali melalui Program Revolusi Lahan (Revola) Jawa Tengah yang memadukan teknologi pertanian modern dengan pemberdayaan masyarakat.

Di atas lahan seluas 10 hektare tersebut, sistem integrated smart farming mulai diterapkan. Drone digunakan untuk mendukung pengelolaan lahan, irigasi tetes membantu efisiensi penggunaan air, sementara alat pendeteksi kelembapan tanah membantu petani menentukan waktu penyiraman yang lebih tepat. Menariknya, teknologi itu dioperasikan oleh generasi muda yang bekerja berdampingan dengan petani senior.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan pembagian peran tersebut menjadi salah satu kunci dalam pengembangan Revola Jateng.

“Petani generasi tua lebih fokus pada pengolahan lahan, sedangkan generasi muda menangani teknologi smart farming, seperti irigasi tetes, drone, hingga alat pendeteksi kelembapan tanah dan air,” ujarnya saat memaparkan program Revola kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Rabu (29/7/2026).

Namun, teknologi bukan satu-satunya hal yang diandalkan. Lahan yang sebelumnya terbengkalai selama sekitar 12 tahun itu juga dikembangkan dengan pola usaha terpadu. Sebagian ditanami alpukat dan kopi, sebagian dimanfaatkan untuk hortikultura seperti cabai, pisang, dan terong, sementara area lain digunakan untuk budidaya jagung, padi, serta peternakan kambing dan ayam.

Menurut Frans, pendekatan tersebut membuat lahan tidak hanya kembali produktif, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini lahan bekas PIR teh yang akan dikembalikan kepada masyarakat. Revola Jateng hadir untuk menjembatani agar lahan tersebut kembali produktif,” katanya.

BACA JUGA  Setya Arinugroho Tekankan Pentingnya Pemerataan Pendidikan Hingga Lereng Gunung Jawa Tengah

Hingga kini, program percontohan tersebut telah melibatkan 625 kepala keluarga di Banjarnegara. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan nilai produksi dari kawasan itu dapat mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bahkan mulai menyiapkan kawasan tersebut sebagai calon agrowisata.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan Revola tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ada 625 kepala keluarga yang terlibat dan kami berharap mereka bisa naik kelas secara ekonomi,” ujar Frans.

Keberhasilan di Banjarnegara menjadi dasar untuk memperluas program ke daerah lain. Batang dan Pekalongan menjadi dua wilayah yang diprioritaskan karena juga memiliki lahan eks PIR yang berpotensi dikembangkan.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, Revola Jateng tidak sekadar menghidupkan kembali lahan yang lama terbengkalai. Program ini juga menawarkan cara baru mengelola pertanian: memadukan pengalaman petani senior, keterampilan teknologi generasi muda, dan pemanfaatan lahan secara terpadu agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *