Kilas

Mendikdasmen Tekankan Sekolah Aman dan Asri sebagai Fondasi Pendidikan Bermutu

×

Mendikdasmen Tekankan Sekolah Aman dan Asri sebagai Fondasi Pendidikan Bermutu

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari penciptaan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter. Sekolah, menurutnya, tidak semata berfungsi sebagai tempat penyampaian materi pelajaran, tetapi juga sebagai ruang pembentukan keberanian berpikir, ketangguhan spiritual, dan kepedulian sosial peserta didik.

Abdul Mu’ti mengaitkan penguatan pendidikan tersebut dengan program nasional Indonesia yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam kerangka itu, sekolah dinilai memiliki posisi strategis sebagai ruang pembiasaan nilai-nilai ASRI sejak usia dini.

Ia menyampaikan bahwa sekolah yang aman dan nyaman idealnya juga menjadi sekolah yang asri. Lingkungan belajar yang bersih, sehat, sejuk, dan tertata diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membentuk kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab pada peserta didik.

Menurut Mendikdasmen, pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan plastik, hingga penciptaan ruang kelas yang tidak pengap merupakan bagian dari integrasi nilai ASRI dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jawa Timur, yang diisi dengan penguatan nilai pendidikan dan karakter melalui pengajian akbar bersama sivitas pendidikan dan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa sekolah yang aman adalah lingkungan di mana peserta didik merasa tenang untuk belajar, berani menyampaikan pendapat, serta tidak takut melakukan kesalahan. Keberanian intelektual ini, menurutnya, penting untuk menjaga dan mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik.

Selain keamanan intelektual, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya keamanan spiritual dalam dunia pendidikan. Peserta didik perlu mendapatkan pendampingan nilai keimanan dan moral secara berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan hanya melalui hafalan.

BACA JUGA  Yanuar Arif Ajak Warga Perkuat Moderasi dan Toleransi Lewat Sosialisasi 4 Pilar

Aspek keamanan sosial di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Mendikdasmen mengingatkan bahwa praktik perundungan masih menjadi tantangan yang harus terus ditekan dengan membangun budaya saling menghormati, empati, dan tanggung jawab bersama.

Dalam kunjungannya ke SMP–SMA Amanatul Ummah, Mendikdasmen mengapresiasi praktik pembentukan karakter yang diterapkan di lingkungan pendidikan pesantren tersebut. Ia menilai ikrar yang dibacakan secara rutin oleh peserta didik dan pendidik menjadi fondasi kuat dalam menanamkan disiplin dan tanggung jawab.

Abdul Mu’ti menyebut praktik tersebut sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk komitmen sekolah terhadap larangan merokok, yang dinilainya dapat menjadi contoh di tingkat nasional.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan ditopang oleh sistem yang dijalankan secara disiplin dan bertanggung jawab, serta peran guru sebagai teladan moral dan pembimbing peserta didik. Ia menegaskan pentingnya ikrar sivitas akademika sebagai komitmen pembentukan karakter yang berlandaskan keimanan, kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra turut mengapresiasi kunjungan Mendikdasmen dan berharap kegiatan tersebut memberi penguatan bagi pengembangan pendidikan di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian kunjungan kerja yang sama, Mendikdasmen juga meresmikan gedung baru sekolah dasar di Kota Surabaya. Peresmian tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif satuan pendidikan dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana fisik sekolah harus diiringi dengan penciptaan rasa aman bagi peserta didik, baik secara fisik, intelektual, spiritual, maupun sosial. Ia berharap upaya tersebut terus diperkuat melalui semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

BACA JUGA  Ancaman Eksploitasi Gunung Slamet, Gubernur Jateng Perintahkan Satgas Usut Aktivitas Tambang

Menurutnya, pendidikan tidak hanya membangun gedung yang kokoh, tetapi juga karakter yang kuat, agar lahir generasi Indonesia yang cerdas, matang secara sosial, dan berdaya secara spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *