Liputan

Dulu Bergelombang dan Sulit Dilalui, Kini Jalan Sibalung–Pandak Jadi Urat Nadi Baru Ekonomi Warga

1
×

Dulu Bergelombang dan Sulit Dilalui, Kini Jalan Sibalung–Pandak Jadi Urat Nadi Baru Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Setiap pagi dan sore, suasana di sepanjang Jalan Sibalung–Pandak kini jauh berbeda dibanding beberapa bulan lalu. Puluhan pedagang mulai menggelar dagangan di tepi jalan. Warga datang untuk berbelanja, sekadar menikmati sore, atau melintas menuju desa tetangga.

Sulit membayangkan, jalan yang kini ramai aktivitas itu dulunya dikenal sempit, bergelombang, dan menyulitkan kendaraan, terutama mobil. Kini, setelah direkonstruksi sepanjang 1,5 kilometer, ruas yang menghubungkan Desa Pandak, Kecamatan Sumpiuh, dengan Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen, resmi mulai dioperasikan, Senin (3/8/2026).

Bagi warga, perubahan yang paling terasa bukan hanya jalan yang lebih mulus, tetapi juga waktu tempuh yang lebih singkat dan akses yang semakin mudah. Jalur tersebut menjadi penghubung penting antara dua kecamatan sekaligus alternatif ketika ruas jalan utama mengalami kepadatan.

Kepala Desa Pandak, Abas Wahyudi, mengatakan pembangunan jalan ini menjadi harapan yang akhirnya terwujud setelah lama dinantikan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Desa Pandak, lembaga desa, dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terealisasinya pembangunan jalur ini. Semoga menjadi keberkahan dan kemaslahatan bagi kita bersama,” ujarnya.

Camat Sumpiuh, Pujar Seno, menyebut jalan tersebut memiliki peran strategis karena menghubungkan dua desa sekaligus menjadi jalur penghubung menuju Kecamatan Kemranjen.

Sebelum diperbaiki, kata dia, kondisi jalan membuat kendaraan roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas. Kini, akses yang lebih baik ikut memperlancar mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian.

Namun manfaatnya tidak berhenti di situ.

Setelah jalan selesai dibangun, kawasan tersebut perlahan berkembang menjadi ruang ekonomi baru. Hampir setiap sore, deretan pedagang memanfaatkan ramainya lalu lintas untuk berjualan. Aktivitas itu menghadirkan sumber pendapatan baru bagi warga sekaligus menambah pemasukan desa melalui pengelolaan kawasan.

BACA JUGA  Perbakin Banyumas Juara Umum JOSS 2026 Seri 1, Raih 10 Medali

“Sekarang ini menjadi tempat favorit warga menikmati sore. Pedagangnya hampir seratus orang. Aktivitas ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” kata Pujar.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengatakan pembangunan Jalan Sibalung–Pandak merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas desa sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, infrastruktur yang baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, serta membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi baru.

“Semoga keberadaan jalan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, memperlancar akses transportasi, memudahkan distribusi barang dan hasil pertanian, serta mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Sebagian besar warga di kawasan tersebut menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Jalan yang lebih baik membuat hasil panen lebih cepat sampai ke pasar, sementara distribusi pupuk, benih, dan kebutuhan pertanian lainnya menjadi lebih lancar.

Pembangunan jalan senilai Rp6,2 miliar itu didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Desa dengan fasilitasi Anggota DPR RI Adhisastrya Suryo Sulisto. Bupati berharap masyarakat ikut menjaga jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya minta kepada seluruh masyarakat agar jalan ini dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai infrastruktur yang sudah dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit ini cepat rusak karena kita kurang peduli,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *