Kilas

Ahmad Luthfi Targetkan Dry Port Jawa Tengah Rampung dalam Dua Tahun

1
×

Ahmad Luthfi Targetkan Dry Port Jawa Tengah Rampung dalam Dua Tahun

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pembangunan dry port atau pelabuhan darat di dua lokasi, yakni Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Weleri, Kendal. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan pembangunan dry port tersebut dapat terealisasi dalam dua tahun ke depan.

Rencana tersebut dibahas setelah Luthfi bersama sejumlah pengelola kawasan industri, BUMD, dan dinas terkait melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Luthfi, keberadaan dry port diperlukan untuk mendukung aktivitas logistik kawasan industri di Jawa Tengah. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih tingginya pengiriman kontainer dari Jawa Tengah menuju Jakarta dan Surabaya.

“Sekitar 70 persen kontainer di Jawa Tengah, pengirimannya masih banyak ke Jakarta dan Surabaya,” kata Luthfi seusai kunjungan.

Ia menyebut pembangunan dry port juga menjadi salah satu opsi untuk mendukung aktivitas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang dinilai belum maksimal.

“Untuk menopang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang kurang maksimal, salah satu solusinya adalah pembangunan dry port,” ujarnya.

Luthfi mengatakan, dua lokasi yang saat ini diproyeksikan untuk pembangunan dry port masing-masing memiliki luas sekitar 50 hektare. Lokasi tersebut berada di KITB dan Weleri, Kendal.

Untuk rencana di KITB, sejumlah pihak telah menandatangani nota kesepahaman, yakni PT KAI, Pelindo, KITB, PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan BUMD Kabupaten Batang.

Rencana tersebut kini memasuki tahap studi kelayakan dan pemilihan konsultan perencana.

“Yang sudah kita kerjakan sekarang adalah di KITB, sudah MoU, tapi juga nunggu perkembangan situasi. Prinsipnya, dua tahun ke depan dry port harus jadi,” ujar Luthfi.

Sementara itu, Direktur Cikarang Dry Port Noor Yusuf menjelaskan, Cikarang Dry Port telah beroperasi sejak 2010. Fasilitas tersebut melayani sekitar 500 perusahaan yang melakukan kegiatan ekspor-impor dari sejumlah wilayah, antara lain Tangerang, Cikampek, dan Bandung.

BACA JUGA  Owabong Tetap Jadi Favorit Libur Lebaran 2026, 28 Ribu Lebih Pengunjung Serbu Purbalingga

Menurut Noor, dry port memiliki sejumlah fasilitas pendukung kegiatan logistik, termasuk tempat penyimpanan atau storage.

“Konsep dry port ini memiliki fasilitas lebih luas, termasuk storage (tempat penyimpanan),” katanya.

Ia juga menyebut Jababeka tengah menyiapkan rencana pembangunan dry port di Weleri, Kendal. [asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *