Kilas

Operasional Haji Hari ke-13 Berjalan Lancar, Lebih dari 74 Ribu Jemaah Telah Diberangkatkan

×

Operasional Haji Hari ke-13 Berjalan Lancar, Lebih dari 74 Ribu Jemaah Telah Diberangkatkan

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi memasuki hari ke-13 masa operasional. Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, hingga pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah berlangsung lancar, tertib, dan berada dalam pengawasan petugas di seluruh titik layanan.

Berdasarkan data per Sabtu (2/5/2026), sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.

Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah terus berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, sebanyak 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Seluruh proses mobilisasi jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan.

Dari sisi layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga saat ini, 59 jemaah masih dalam perawatan.

Adapun total jemaah wafat tercatat sebanyak tujuh orang, yang sebagian besar disebabkan oleh serangan jantung dan radang paru-paru. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan haji hingga hari ke-13 berjalan sesuai rencana dan menunjukkan peningkatan kualitas layanan.

“Seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci,” ujarnya.

BACA JUGA  Kejar Target PAD 2027, Pemprov Jateng Ubah Strategi: Tak Lagi Sekadar Perkiraan

Ia menambahkan, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

Sebagai bagian dari layanan tersebut, pemerintah menyediakan Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam untuk mengantar jemaah dari dan menuju Masjidil Haram. Layanan ini didukung 452 armada, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah lansia dan disabilitas.

Bus Sholawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor, serta dilengkapi kartu panduan rute yang wajib dibawa oleh setiap jemaah.

Layanan ini telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026 dan akan terus berjalan hingga masa pemulangan ke Tanah Air.

Di tengah kondisi cuaca di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan.

“Jemaah diharapkan mengatur waktu ibadah, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,” tegas Maria.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan profesional. Jemaah juga diimbau menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. [asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *