BANYUMASMEDIA.COM – Sampah plastik yang tak tertangani bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mulai merayap ke dalam tubuh manusia melalui pangan. Menyikapi hal ini, Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Edukasi Cemaran Mikroplastik pada Pangan Rumah Tangga dan Dampak Paparan bagi Kesehatan” di Balai Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, pada Rabu, 24 Juli 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh 30 kader kesehatan desa, perwakilan Pemerintah Desa Karangmangu, serta petugas dari Puskesmas Baturraden II. Selain itu, dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sanitasi (D3) dan Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan turut hadir sebagai fasilitator kegiatan.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Nuryanto, SKM., MPH, mengungkapkan bahwa penggunaan plastik sebagai wadah pangan kian meningkat karena dianggap praktis dan ekonomis. Namun, banyak masyarakat belum memahami bahwa plastik memiliki keterbatasan, terutama jika digunakan dalam kondisi panas.
“Sebagian besar wadah plastik tidak tahan panas dan dapat melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan, termasuk mikroplastik yang sangat sulit terurai,” jelasnya.

Nuryanto menjelaskan, mikroplastik adalah partikel kecil dari plastik berukuran kurang dari 5 mm yang terbentuk akibat degradasi plastik. Paparan mikroplastik dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak kesehatan seperti stres oksidatif, inflamasi, serta gangguan pada sistem peredaran darah, endokrin, saraf, imun, pencernaan, hingga reproduksi.
Materi dilanjutkan oleh narasumber kedua, Ratih Lukmitarani, S.Tr.KL, M.KL, yang menyoroti kebiasaan masyarakat dalam menggunakan plastik yang tidak sesuai ketentuan.
“Masih banyak masyarakat yang menggunakan botol air minum secara berulang, mencetak kue dengan plastik, atau membungkus makanan panas seperti gorengan dan sayur menggunakan plastik biasa. Padahal, ini sangat berisiko menimbulkan cemaran mikroplastik serta senyawa berbahaya seperti BPA dan phthalate,” paparnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Karangmangu, Bapak Cucud Waluyo, SH. Ia menyampaikan apresiasi kepada Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Semarang atas komitmennya mendampingi masyarakat melalui edukasi yang bermanfaat.
“Kami berharap kader kesehatan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, membantu menyelesaikan persoalan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut tim pelaksana, minimnya literasi masyarakat tentang bahaya mikroplastik menjadi alasan penting diselenggarakannya kegiatan ini. Informasi mengenai dampak plastik terhadap kesehatan masih sangat terbatas di media, baik cetak, elektronik, maupun daring.
Di penghujung kegiatan, Nuryanto menegaskan kembali pentingnya peran kader kesehatan untuk terus menyampaikan edukasi tentang penggunaan plastik yang tepat.
“Perhatikan jenis dan kode plastik sebelum digunakan untuk pangan. Edukasi berkelanjutan adalah kunci untuk melindungi masyarakat dari paparan yang tak kasat mata ini,” pungkasnya.
Dengan kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Semarang berharap dapat memperkuat peran kader kesehatan sebagai jembatan pengetahuan dan pelindung lingkungan hidup di tingkat rumah tangga.[]











