BANYUMASMEDIA.COM – Sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum azan Subuh. Ia adalah persiapan ruhani dan jasmani untuk menapaki puasa sepanjang hari. Di ujung malam yang sunyi, ketika sebagian manusia masih terlelap, Islam menghadirkan satu amalan sederhana yang sarat makna: menyambut fajar dengan santapan penuh berkah.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i, Rasulullah ﷺ mengajak para sahabat untuk makan sahur seraya bersabda:
“Kemarilah kalian menuju makan yang diberkahi.”
Riwayat lain dari sahabat al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menegaskan sahur sebagai karunia Allah yang tidak sepatutnya ditinggalkan. Dalam hadis tersebut, Rasulullah bersabda bahwa sahur adalah keberkahan yang Allah berikan kepada umat ini, maka janganlah meninggalkannya.
Dua riwayat ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar tradisi, melainkan anjuran langsung dari Nabi ﷺ. Kata berkah dalam sabda beliau mengandung makna kebaikan yang bertambah dan berkelanjutan. Sahur memberi kekuatan fisik untuk berpuasa, sekaligus menghadirkan nilai ibadah di waktu yang mustajab untuk berdoa dan beristighfar.
Lebih dari itu, sahur juga menjadi identitas yang membedakan puasa umat Islam dengan puasa kaum Yahudi dan Nasrani. Dalam beberapa riwayat lain disebutkan bahwa pembeda puasa kita dengan mereka adalah adanya makan sahur. Artinya, sahur memiliki dimensi syiar menunjukkan kekhasan dan keistimewaan ajaran Islam.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, sahur kadang dianggap remeh. Ada yang memilih melewatkannya karena alasan kantuk atau merasa cukup kuat tanpa makan. Padahal, dalam kesederhanaannya, sahur menyimpan nilai ketaatan. Ia adalah bentuk ittiba’, mengikuti sunnah Nabi ﷺ yang justru memperkuat kualitas puasa.
Maka, setiap kali alarm sahur berbunyi, sejatinya itu bukan sekadar panggilan untuk makan. Ia adalah undangan menuju keberkahan. Undangan untuk meneguhkan niat, memperbarui tekad, dan menyambut hari dengan kesadaran bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, melainkan perjalanan mendekat kepada Allah.
Di ujung fajar, sahur mengajarkan bahwa keberkahan sering hadir dalam hal-hal sederhana—asal dijalani dengan iman dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.







