Ragam

Banyak Orang Beralih ke Vape karena Dianggap Lebih Aman. Dosen Umsura Justru Mengingatkan Bahayanya Tak Kalah dari Rokok

1
×

Banyak Orang Beralih ke Vape karena Dianggap Lebih Aman. Dosen Umsura Justru Mengingatkan Bahayanya Tak Kalah dari Rokok

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Banyak orang mulai beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik atau vape karena menganggapnya lebih aman bagi kesehatan. Bentuknya yang modern, aromanya beragam, serta minim asap membuat vape sering dipersepsikan sebagai alternatif yang lebih “bersih”.

Namun anggapan itu justru dipatahkan oleh Vella Rohmayani, dosen Program Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Menurutnya, vape dan rokok konvensional sama-sama menyimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.

“Baik rokok konvensional maupun vape sebenarnya sama-sama memiliki komponen yang berbahaya bagi kesehatan,” kata Vella, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, rokok tembakau mengandung karbon monoksida, tar, dan nikotin. Sementara itu, cairan vape mengandung propylene glycol, glycerol, perasa, air, serta nikotin. Meski komposisinya berbeda, keduanya tetap membawa zat yang berpotensi merusak tubuh.

Vella menambahkan, persepsi bahwa vape merupakan pilihan yang lebih aman justru ikut mendorong meningkatnya jumlah pengguna, termasuk di kalangan perempuan dan remaja. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengingatkan bahwa penggunaan rokok elektrik secara rutin tetap berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan.

Menurutnya, penggunaan vape dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan kesuburan pada laki-laki maupun perempuan, kecanduan nikotin, keracunan, penyakit ginjal, gangguan paru-paru, hingga penyakit jantung.

Karena itu, ia menilai penggunaan vape sebagai cara berhenti merokok bukanlah solusi yang tepat jika hanya berpindah dari satu produk tembakau ke produk lainnya.

“Kalau tujuan akhirnya adalah hidup lebih sehat, pilihan terbaik tetap menghentikan penggunaan semua produk berbahan tembakau, baik rokok konvensional maupun vape,” ujarnya.

Di tengah tren vape yang semakin populer, terutama di kalangan anak muda, Vella mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada anggapan bahwa rokok elektrik bebas risiko. Bentuknya memang berbeda, tetapi dampaknya terhadap kesehatan tetap perlu diwaspadai.

BACA JUGA  Liburan Sekolah: Dari Sawah Masa Kecil hingga Petualangan di Kampung Eyang

Sumber: www.um-surabaya.ac.id

Editor: Ahmad S Robbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *