Liputan

Jaga Produksi Susu Saat Kemarau, Pemprov Jateng Dorong Peternak Gunakan Silase

2
×

Jaga Produksi Susu Saat Kemarau, Pemprov Jateng Dorong Peternak Gunakan Silase

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peternak sapi perah memanfaatkan teknologi silase untuk menjaga ketersediaan pakan selama musim kemarau. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas dan kuantitas produksi susu di tengah berkurangnya pasokan hijauan segar.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, drh. Andiningtyas Mula Pertiwi, mengatakan musim kemarau menjadi tantangan bagi peternak karena ketersediaan hijauan segar menurun. Padahal, sekitar 70 persen keberhasilan usaha peternakan ditentukan oleh kecukupan dan kualitas pakan.

Karena itu, Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota terus memberikan bimbingan teknis kepada peternak agar mampu membuat cadangan pakan melalui metode silase.

“Kami memberikan pelatihan kepada para peternak. Silase merupakan salah satu cara mengolah hijauan dengan menyimpannya dalam kondisi anaerob sehingga dapat dimanfaatkan saat musim kemarau,” ujar Andiningtyas, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, silase dibuat melalui proses fermentasi hijauan dalam kondisi kedap udara. Dengan pengolahan yang benar, pakan dapat digunakan setelah sekitar tiga pekan dan mampu disimpan hingga tiga tahun tanpa mengurangi kualitasnya.

Selain menjaga ketersediaan pakan, Pemprov Jateng juga berupaya memastikan kecukupan air bagi sapi perah. Tahun ini, Distannak mengusulkan bantuan pompa air kepada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian untuk mendukung kebutuhan air minum ternak sekaligus menjaga ketersediaan hijauan selama musim kemarau.

Upaya pencegahan penyakit juga terus dilakukan melalui vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemberian vaksin penguat (booster), pengawasan lalu lintas ternak, serta layanan kesehatan hewan keliling (Healing).

“Untuk pencegahan penyakit, vaksinasi PMK dan booster terus digencarkan. Kami juga memperketat biosekuriti serta menyediakan layanan kesehatan hewan keliling,” katanya.

Andiningtyas menambahkan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu sentra produksi susu nasional dengan produksi sekitar 75 ribu ton per tahun, menempati peringkat ketiga nasional. Daerah penghasil susu di provinsi ini antara lain Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Banyumas, Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara.

BACA JUGA  Komik “Dari Pakis untuk Bumi”, Cara Unsoed Edukasi Iklim ke Pelajar Banyumas

Ia optimistis investasi peternakan sapi perah di Kabupaten Brebes akan meningkatkan produksi susu secara signifikan. Peternakan tersebut diproyeksikan menampung sekitar 30 ribu ekor sapi perah dengan kapasitas produksi mencapai 180 ribu ton susu per tahun.

“Ketika investasi itu mulai beroperasi, produksi susu Jawa Tengah diperkirakan meningkat sekitar 2,4 kali lipat dibandingkan kondisi saat ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *