LiputanRagam

Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Sekda Jateng: Ada Momen yang Tak Bisa Diulang

6
×

Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Sekda Jateng: Ada Momen yang Tak Bisa Diulang

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM — Hari pertama sekolah bagi seorang anak mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, bagi seorang ayah dan anak, momen sederhana mengantar hingga gerbang sekolah bisa menjadi kenangan yang tersimpan sepanjang hidup.

Hal itulah yang ingin dihidupkan kembali Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas). Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengajak para ayah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk meluangkan waktu mendampingi anak mereka pada awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Menurut Sumarno, kehadiran ayah dalam momen penting pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mengantar secara fisik. Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi bentuk perhatian, dukungan, dan kasih sayang yang dapat memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

“Mengantar anak itu satu peristiwa yang tidak bisa diulang lagi. Ketika sudah SMP atau SMA, biasanya mereka sudah tidak mau diantar. Justru saat masih kecil inilah, kedekatan antara orang tua dan anak perlu dibangun,” ujar Sumarno saat menghadiri kegiatan di Kabupaten Karanganyar, Jumat (10/7/2026).

Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan fleksibilitas waktu masuk kerja bagi ASN yang memiliki anak usia sekolah. Kebijakan itu diterapkan agar para ayah memiliki kesempatan mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah yang jatuh pada Senin (13/7/2026).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor S/400.13.26/207/2026 tertanggal 17 Juni 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (Gemar) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (Gamas).

Sumarno mengatakan, perhatian terhadap keluarga merupakan bagian dari kesejahteraan pegawai. Menurutnya, kesejahteraan ASN tidak hanya dapat dilihat dari aspek pendapatan, tetapi juga dari kesempatan untuk menjalankan peran sebagai orang tua.

BACA JUGA  Dari Anime hingga Wota: Kata-Kata Jepang yang Kini Sah Masuk KBBI

“Kesejahteraan ASN itu tidak hanya soal gaji dan tunjangan. Kesempatan mengantar anak ke sekolah juga merupakan bagian dari kesejahteraan,” katanya.

Ia menilai, kesibukan pekerjaan sering kali membuat sebagian orang tua kehilangan momen penting dalam perjalanan tumbuh kembang anak. Padahal, fase anak-anak memiliki waktu yang singkat dan tidak akan kembali ketika mereka telah beranjak dewasa.

Momen pertama masuk sekolah menjadi salah satu tahap penting bagi anak. Pada masa tersebut, anak menghadapi lingkungan baru, bertemu guru, mengenal teman, serta mulai membangun pengalaman pertamanya di dunia pendidikan.

Kehadiran ayah dalam situasi tersebut dapat memberikan rasa aman dan kepercayaan diri bagi anak. Sebuah langkah sederhana seperti berjalan bersama menuju sekolah, membantu membawa tas, atau sekadar memberikan semangat sebelum masuk kelas dapat menjadi pengalaman yang berarti bagi mereka.

Sumarno berharap seluruh ASN yang memiliki anak usia sekolah dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Bahkan, jadwal apel di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan disesuaikan agar tidak menjadi penghalang bagi ASN yang ingin mengantar anaknya.

“Harapannya, minimal di hari pertama sekolah nanti para ASN bisa mengantar anak-anaknya. Kalau memang ada apel, bisa dimundurkan setelah mereka selesai mengantar anak ke sekolah,” ujarnya.

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah menjadi pengingat bahwa peran ayah dalam keluarga tidak hanya berkaitan dengan mencari nafkah. Ayah juga memiliki peran penting dalam menghadirkan rasa aman, membangun kedekatan, dan menemani perjalanan tumbuh kembang anak.

Sebab bagi seorang anak, mungkin hanya membutuhkan beberapa menit waktu ayah untuk mengantarnya ke sekolah. Namun bagi mereka, momen tersebut bisa menjadi kenangan yang bertahan jauh lebih lama.

Editor: Ahmad S Robbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *