BANYUMASMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Purbalingga mendorong puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan untuk lebih aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi publik, guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.
Dorongan tersebut mengemuka dalam pertemuan Pemegang Program Promosi Kesehatan (Promkes) tingkat kabupaten yang dirangkaikan dengan pelatihan media sosial bagi petugas promkes puskesmas dan rumah sakit, yang telah digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Purbalingga pada Kamis (23/4/2026).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DinkesPPKB Purbalingga, Devi Setyawati, menegaskan bahwa media sosial kini menjadi kanal strategis untuk menyampaikan program kesehatan secara lebih efektif dan menjangkau masyarakat luas.
“Di tengah era digital saat ini, penting untuk mempublikasikan berbagai program sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, promosi kesehatan tidak cukup hanya berhenti pada publikasi informasi, tetapi harus mampu memastikan pesan benar-benar dipahami dan berdampak pada perubahan perilaku masyarakat.
“Tidak hanya sekadar promosi, tetapi bagaimana pesan dari puskesmas benar-benar sampai dan dipahami masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, petugas promkes dibekali kemampuan mengelola konten media sosial secara lebih strategis, mulai dari teknik menarik perhatian audiens hingga membaca data interaksi untuk evaluasi.
Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Purbalingga, Riyang Herlambang, menekankan bahwa media sosial pemerintah harus dikelola secara profesional dan humanis agar mampu membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.
“Media sosial pemerintah bukan sekadar etalase informasi, tetapi ruang dialog interaktif. Di sinilah kepercayaan publik dibangun,” jelasnya.
Ia menambahkan, akun media sosial puskesmas merupakan wajah pelayanan publik di ruang digital, sehingga konten yang disajikan harus sederhana, relevan, dan mudah dipahami.
Sementara itu, Staf Informasi dan Komunikasi Publik Dinkominfo Purbalingga, Wisnu Wirawan, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan konten, dari sekadar rutin mengunggah menjadi berorientasi pada dampak.
“Tujuan konten bukan sekadar diunggah, tetapi harus ditonton, dipahami, dan berdampak. Yang terpenting adalah apakah pesan benar-benar sampai ke masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa konten edukasi perlu dikemas secara menarik agar mampu bersaing dengan konten hiburan di media sosial, tanpa kehilangan nilai substansi.
“Viral itu alat, bukan tujuan. Yang penting adalah konten mampu mengedukasi sekaligus mendorong aksi,” tegasnya.
Melalui langkah ini, Pemkab Purbalingga berharap media sosial tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam membangun kesadaran dan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat. [asr]











