LiputanPendidikanRagam

Edukasi Bank Sampah: Menghidupkan Kesadaran Kelola Sampah dari Rumah Tangga

×

Edukasi Bank Sampah: Menghidupkan Kesadaran Kelola Sampah dari Rumah Tangga

Sebarkan artikel ini
Foto Bersama Peserta Pengabdian Masyarakat

BANYUMASMEDIA.COM – Sampah rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan yang belum tertangani optimal di berbagai wilayah. Padahal, jika dikelola dengan baik, tak hanya bisa mengurangi pencemaran, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Edukasi tentang Bank Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Bernilai Ekonomis Tinggi” pada Kamis, 24 Juli 2025 di Balai Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan desa, perwakilan pemerintah desa, Puskesmas Baturraden II, dosen, serta mahasiswa dari Program Studi Sanitasi (D3) dan Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, serta mengoptimalkan potensi ekonomi dari sampah yang selama ini terabaikan.

Kepala Desa Karangmangu, Cucud Waluyo, SH, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia mengapresiasi kontribusi Jurusan Kesehatan Lingkungan yang secara rutin hadir di desanya. Ia menuturkan bahwa Karangmangu pernah memiliki Bank Sampah, namun belum berjalan optimal karena minimnya partisipasi warga. Saat ini, pengelolaan sampah telah dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), namun peran masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Teguh Widiyanto, S.Sos, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Jurusan Kesehatan Lingkungan dalam mendampingi desa binaan, khususnya dalam hal kesehatan lingkungan dan pengelolaan sampah.

“Kami berharap edukasi ini bisa mengaktifkan kembali Bank Sampah Desa Karangmangu sebagai solusi lingkungan sekaligus peluang peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Materi edukasi disampaikan oleh Asep Tata Gunawan, SKM, M.Kes yang memaparkan data sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Sebagian besar sampah rumah tangga masih dibuang ke TPA (68%) tanpa proses pemilahan atau daur ulang. Hanya sebagian kecil yang dikompos (9%), didaur ulang (6%), dibakar (5%), atau tidak dikelola sama sekali (7%). Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk menekan timbulan sampah sejak dari rumah.

BACA JUGA  Putra Harapan Purwokerto Gelar P5 Akbar dan Putra Harapan Fair

Sementara itu, narasumber lainnya, Nuryanto, SKM, MPH, menjelaskan konsep dasar Bank Sampah. Menurutnya, bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang memberikan imbalan ekonomis bagi warga yang memilah dan menyetorkan sampah.

“Tujuannya bukan hanya menciptakan lingkungan bersih dan sehat, tetapi juga menambah pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan bank sampah sangat ditentukan oleh partisipasi aktif warga, manajemen yang transparan, serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak.

Di akhir kegiatan, Teguh kembali mengajak para kader kesehatan sebagai garda depan perubahan untuk terus mengedukasi masyarakat agar mengelola sampah dari rumah.

“Dengan edukasi berkelanjutan, masyarakat akan terbiasa menerapkan prinsip 4R: Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace, mengganti barang yang digunakan dengan yang lebih ramah lingkungan,” pesannya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat, Desa Karangmangu diharapkan dapat menjadi contoh nyata dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *