BANYUMASMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Banyumas memastikan program Universal Health Coverage (UHC) berlanjut dengan alokasi anggaran Rp90.633.460.400 untuk menjamin layanan peserta PBPU dan BP Kelas 3 sepanjang tahun 2027. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa evaluasi data dilakukan agar program tetap tepat sasaran dan berkelanjutan, tidak dihentikan.
Untuk akurasi data, Pemkab Banyumas bekerja sama dengan Kementerian Sosial melalui aplikasi Perlinsos yang terhubung dengan Samsat, ATR/BPN, dan perbankan. Evaluasi ini menjadi dasar pembagian pembiayaan baru: desil 1–4 oleh APBN, desil 5–6 oleh APBD kabupaten/kota, serta desil 7–8 oleh APBD provinsi.
Selain itu, rapat koordinasi menyepakati tambahan iuran Desember 2026 sebesar Rp3.146.694.600 dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nungky Harry Rachmat, memastikan penggunaan BTT ini tidak mengganggu pos penanganan bencana daerah. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, KGS Hamdani, mencatat cakupan JKN di Banyumas telah mencapai 1.432.312 jiwa (76,23 persen), dengan upaya pemutakhiran data yang terus dilakukan untuk mengejar target RPJMN 2026. [asr]











