Liputan

Mengenal (KDB) Ngapak, Komunitas Anak Untuk Menumbuhkan Jiwa Simpati dan Empati

346
×

Mengenal (KDB) Ngapak, Komunitas Anak Untuk Menumbuhkan Jiwa Simpati dan Empati

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Komunitas Dolanan Bocah Ngapak (KDB) Ngapak adalah sebuah komunitas yang menggerakkan anggotanya untuk menikmati dunia anak yang sesungguhnya dalam upaya cakap bersosialisasi dan menumbuhkan sikap simpati dan empati. Kegiatan (KDB) Ngapak adalah segala sesuatu tentang anak, seperti main bersama, belajar bersama, kunjungan edukasi, dan parenting

(KDB) Ngapak berdiri pada tanggal 20 Desember 2021 didirikan oleh sekumpulan ibu-ibu yang peduli lingkungan main yang kondusif untuk anak-anak. Awalnya sebagian ibu-ibu merasakan gelisah dengan kondisi anak -anaknya setelah pendemi cov-19 yang waktunya lebih sering diisi dengan bermain gadget, juga kekhawatiran orang tua akan kurang tercukupinya kebutuhan komunikasi dan sosialisasi anak-anak dengan teman sebaya, maka muncullah ide untuk mendirikan komunitas bermain di luar ruangan.

Siti Amanah Amrin Solikhah Am.Keb. Biasa dipanggil kak Amrin selaku inisitor komunitas ini adalah seorang ibu dengan 3 anak dan juga menjadi pengurus dan pengajar Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an SMP-SMA, Darul Khairat Banjarnegara. Saat ini menjadi mahasiswi Internasional Open University, jurusan Islamic Study. Selain itu Amrin adalah seorang guru tahsin di Purwokerto, aktivis sosial dan seorang mom preneur

Amrin selaku ketua (KDB) Ngapak menyatakan kepada BanyumasMedia.com disela-sela kegiatan Edu-train (KDB) Ngapak berkolaborasi dengan PT. KAI pada hari Sabtu, (6/7/24) bahwa saat ini anak-anak sebagian kehilangan dunianya seperti bermain, bersosialisasi dan bereksplorasi. Anak-anak cenderung menikmati dunianya dengan gadget yang akhirnya kurang bersosialisasi dan terkikis rasa simpati dan empatinya.

“(KDB) Ngapak kehadirannya diharapkan bisa menumbuhkan rasa simpati dan empati anak yang perlahan mulai terkikis karena mereka kurang bersosialisasi” ujar Amrin

Lebih lanjut Amrin menyampaikan bahwa pendidikan bagi anak adalah juga tentang lingkungan yang kondusif supaya anak-anak berkembang dengan baik. Jika lingkungan tidak kondusif, maka kemungkinan anak bersosialisasi dan olah fisik sangat kurang. Hal ini kurang baik untuk tumbuh kembang anak-anak

BACA JUGA  Beli Indonesia Bela Indonesia: Gerakan PBI untuk Menguatkan Ekonomi Lokal

“Pendidikan anak bukan hanya tentang orang tua, keluarga dan sekolah. Namun juga lingkungan yang kondusif. Jika lingkungan tidak kondusif, maka kemungkinan anak dalam bersosialisasi dan olah fisik sangat kurang.” terangnya.

Menjadi orang tua sekarang memang berat. Begitu banyak yang mempengaruhi sikap, karakter dan tingkah laku anak. Bila para orang tua tidak sigap dengan kondisi saat ini bisa jadi generasi nanti hanya besar secara fisik namun kecil inisiatif, daya juang dan daya tahannya.

“PR kita sebagai orang tua saat ini adalah berkejaran dengan teknologi yang semakin melemahkan fisik. Jadi perlu ada penyeimbang agar tidak hanya teknologi yang berkembang, tapi kekuatan fisik anak juga terjaga,” pungkas Amrin

KDB Ngapak dengan kegiatan yang ramah anak diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi atas permasalahan anak utamanya tentang masalah sosialisasi.(siti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Liputan

“Jadi, Kementrian Agama Banyumas tidak hanya melayani hal yang berkenaan dengan haji, umroh serta pelayanan yang sudah berjalan. Tapi, mulai saat ini Kemenag Kabupaten Banyumas membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dengan membangkitkan UMKM, mengekspor kreativitas anak didik tidak hanya madrasah tapi juga untuk sekolah lain, “