Kilas

Investasi Jawa Tengah Capai Rp 72,54 Triliun, Serap 340.000 Tenaga Kerja

3
×

Investasi Jawa Tengah Capai Rp 72,54 Triliun, Serap 340.000 Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah sepanjang periode Januari hingga September 2026 mencatatkan angka Rp 72,54 triliun. Capaian tersebut tumbuh sebesar 9,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sekaligus berhasil menyerap sebanyak 340.334 tenaga kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Johan Hadiyanto, menjelaskan bahwa capaian kumulatif ini merupakan hasil akumulasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

Dari total realisasi tersebut, kontribusi PMDN tercatat sebesar Rp 31,77 triliun, sedangkan PMA mencapai Rp 40,77 triliun. Angka akumulatif ini telah memenuhi 73,21 persen dari target tahunan yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp 99,09 triliun.

“Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) optimistis target capaian bisa menyentuh Rp 110 triliun. Secara resmi, target dari BKPM adalah Rp 99,09 triliun. Pada tahun lalu, realisasi kita memang menembus Rp 110 triliun karena sudah diakumulasikan dengan capaian Usaha Mikro Kecil (UMK), yang untuk periode ini belum kita masukkan,” kata Johan saat memaparkan capaian investasi Triwulan III-2026 di Semarang, Senin (26/10/2026)

Pada triwulan III-2026 saja, kinerja investasi Jateng mampu menyentuh angka Rp 24 triliun, atau meningkat 16,78 persen dari triwulan III-2025 yang bernilai Rp 20,55 triliun. Kenaikan nilai investasi ini berjalan beriringan dengan penyerapan lapangan kerja yang bersumber dari 82.420 total proyek aktif di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Sektor industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan total 77.330 orang. Posisi selanjutnya diikuti oleh industri tekstil sebanyak 69.422 pekerja, serta sektor industri lainnya yang menyerap 30.132 tenaga kerja.

BACA JUGA  Bupati Fahmi Serahkan Traktor dan Alsintan, Dorong Pertanian Modern di Purbalingga

Johan menambahkan, tren positif pertumbuhan investasi ini didorong oleh komitmen kuat jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Gubernur, Kapolda (Irjen Pol Roy Hardi Siahaan), dan Pangdam (Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto) telah bersepakat menjaga kondusivitas Jawa Tengah agar calon investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di sini,” ujarnya.

Sebagai daya tarik bagi penanam modal, Pemprov Jateng saat ini mengoptimalkan 12 kawasan industri eksisting, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Batang. Langkah ini juga didukung rencana penambahan 12 kawasan industri baru di masa mendatang, serta kesiapan pasokan sumber daya manusia yang disokong oleh lebih dari 800.000 siswa dari 1.557 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah.[asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *