Ragam

Hari Santri 2026: Merawat Ingatan Resolusi Jihad sebagai Poros Kedaulatan Bangsa

3
×

Hari Santri 2026: Merawat Ingatan Resolusi Jihad sebagai Poros Kedaulatan Bangsa

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Jutaan santri di seluruh penjuru Tanah Air memperingati Hari Santri Nasional dengan khidmat pada Kamis (22/10/2026). Momentum tahunan ini bukan sekadar upacara seremonial, melainkan kilas balik krusial untuk merawat ingatan publik atas sumbangsih historis kaum santri dan para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejarah mencatat, penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri yang disahkan negara sejak tahun 2015 berakar kuat pada peristiwa heroik tahun 1945. Pada tanggal tersebut merupakan momentum ketika Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari memfatwakan Resolusi Jihad di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bubutan, Surabaya.

Seruan tersebut lahir sebagai respons darurat atas maklumat kembalinya tentara sekutu (NICA) yang hendak menjajah kembali Indonesia pasca-Proklamasi Agustus 1945. Fatwa Resolusi Jihad secara tegas menetapkan hukum fardu ain bagi setiap muslim yang berada dalam radius 94 kilometer dari posisi musuh untuk ikut angkat senjata membela tanah air.

Catatan sejarah memaparkan bahwa Resolusi Jihad bertindak sebagai motor penggerak utama spiritual yang meleburkan sekat-sekat masyarakat. Fatwa ini menjadi bahan bakar ideologis bagi ribuan santri, laskar Hizbullah, Sabilillah, bersama pemuda kampung di Surabaya untuk berjuang tanpa rasa takut.

Gerakan berbasis komando ulama inilah yang kemudian menjadi fondasi utama meletusnya pertempuran masif 10 November 1945 di Surabaya, yang kini kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Tanpa adanya peristiwa 22 Oktober, konfrontasi militer terbesar dalam sejarah modern Indonesia tersebut dinilai tidak akan pernah terjadi. [asr]

BACA JUGA  Menonton Sepak Bola di Indonesia: Satu Tiket, Banyak Hiburan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *