Kilas

Budayawan NasSirun PurwOkartun Ajak Mahasiswa Baru Unsoed Belajar dari Tiga Leluhur Banyumas

2
×

Budayawan NasSirun PurwOkartun Ajak Mahasiswa Baru Unsoed Belajar dari Tiga Leluhur Banyumas

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diajak mengenal sejarah Banyumas melalui kisah tiga tokoh leluhur yang dinilai memiliki nilai keteladanan bagi generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan budayawan Banyumas, NasSirun PurwOkartun, saat menjadi pembicara dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Pertanian Unsoed di Auditorium Fakultas Pertanian, Sabtu (22/8/2026).

Di hadapan sekitar 1.000 mahasiswa baru, NasSirun atau yang akrab disapa Kang Nass mengajak mahasiswa tidak sekadar mengenal Banyumas sebagai tempat mereka menempuh pendidikan, tetapi juga memahami nilai-nilai yang berkembang dari kisah para leluhurnya.

Menurutnya, Babad Banyumas menyimpan sejumlah kisah yang dapat menjadi bahan refleksi kehidupan. Ia menyebut tiga tokoh yang dianggap merepresentasikan nilai penting bagi generasi muda, yakni Raden Baribin, Raden Katuhu, dan Raden Jaka Kaiman.

“Orang Banyumas punya tiga leluhur yang bisa menjadi teladan kehidupan. Tentu karena sifat dan sikapnya, hingga bisa menjadi teladan jati diri Banyumas,” ujar Kang Nass.

Raden Baribin menjadi teladan pertama. Dalam kisah Babad Banyumas, Raden Baribin disebut sebagai bangsawan Majapahit yang terusir dari kerajaan dan kemudian menjadi bangsawan Pajajaran.

Menurut Kang Nass, yang penting dari kisah tersebut bukan semata perjalanan hidup Raden Baribin, melainkan sikapnya ketika menghadapi kemalangan.

Ia menggambarkan Raden Baribin sebagai sosok yang tidak larut dalam kepahitan, tidak mengutuk keadaan, dan memilih bangkit untuk mencari jalan keluar dari persoalan yang dihadapinya.

Teladan kedua datang dari Raden Katuhu, anak Raden Baribin. Meski memiliki latar belakang bangsawan dan berpeluang menduduki jabatan tinggi di kerajaan Pajajaran, Raden Katuhu justru meninggalkan kehidupan kerajaan dan menjalani kehidupan sebagai orang biasa.

Dalam kisah yang disampaikan Kang Nass, Raden Katuhu kemudian bekerja keras dan menempa dirinya di hutan Cibuek. Kisah tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya seseorang memaksimalkan potensi diri untuk mencapai cita-cita.

BACA JUGA  Jawa Tengah Masih Masa Transisi, Setya Arinugroho Ingatkan Kewaspadaan Ancaman ‘Godzilla El Nino’

Nilai itu kemudian dikaitkan dengan kehidupan mahasiswa. Masa perkuliahan, kata Kang Nass, seharusnya tidak hanya dipandang sebagai proses mendapatkan gelar, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan potensi diri.

Sementara itu, Raden Jaka Kaiman menjadi teladan ketiga. Tokoh yang dikenal sebagai pendiri Kabupaten Banyumas tersebut digambarkan sebagai sosok yang berani mengambil keputusan sulit sekaligus berani menanggung risiko dari keputusan yang dibuatnya.

Dalam kisah Babad Banyumas, Raden Jaka Kaiman mewakili keluarga mertuanya menghadap Kesultanan Pajang setelah Adipati Warga Hutama I meninggal. Keputusan tersebut kemudian membawanya menjadi Adipati Wirasaba dengan gelar Adipati Warga Hutama II.

Ia selanjutnya memindahkan pusat pemerintahan Wirasaba ke Banyumas yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah berdirinya Kabupaten Banyumas.

Dari ketiga kisah tersebut, Kang Nass merangkum tiga nilai yang menurutnya relevan untuk dimiliki generasi muda: berpikir positif seperti Raden Baribin, memaksimalkan potensi seperti Raden Katuhu, dan bertanggung jawab seperti Raden Jaka Kaiman.

“Sebagai generasi muda, bila tiga hal itu menjadi kepribadian kalian, maka masa depan kalian akan cerah dan cemerlang. Menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara,” katanya.

Bagi mahasiswa baru yang tengah memasuki lingkungan pendidikan tinggi, kisah tersebut menjadi cara untuk mengenalkan Banyumas tidak hanya melalui sejarah, tetapi juga melalui nilai-nilai yang dapat dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *