BANYUMASMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kebencanaan di kawasan Bendung Gerak Serayu (BGS), Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur pelaksana dalam menghadapi fase peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, yang bertindak sebagai pembina apel, menjelaskan bahwa wilayahnya baru saja melewati dampak kekeringan yang meluas. Hingga 21 Oktober 2026, tercatat sebanyak 112 desa atau kelurahan di 25 kecamatan terdampak krisis air bersih, ditambah 65 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total area mencapai 59,5 hektare.
Mengingat potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu, Sadewo menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan langkah mitigasi prabencana.
“Kita tidak boleh lengah. Pencegahan, pemantauan, penyampaian peringatan dini, dan kesiapan evakuasi harus dilakukan sedini mungkin sebelum bencana terjadi. Pastikan kesiapan personel, sarana prasarana, logistik, layanan kesehatan, hingga mekanisme komando,” kata Sadewo.
Apel ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, perwakilan kepala daerah tetangga, serta jajaran TNI dan Polri. Berdasarkan data historis BNPB, tanah longsor merupakan jenis bencana paling dominan di wilayah Banyumas, diikuti oleh banjir dan cuaca ekstrem.
Abdul Muhari menyoroti minimnya vegetasi pengikat tanah di lereng-lereng dengan tingkat kemiringan tinggi yang rawan longsor. Sebagai langkah mitigasi struktural, BNPB bersama Polresta Banyumas menjadwalkan penanaman serentak 25.000 bibit pohon keras dan pohon produktif (seperti alpukat, mangga, dan durian) pada November mendatang.
“Ruang kami untuk bisa masuk mendukung pemerintah daerah dari sisi peralatan, personel, dan anggaran itu jika ada penetapan status kedaruratan, baik siaga darurat maupun tanggap darurat. Dari hasil pengecekan di lapangan, Pemkab Banyumas disarankan mengajukan kebutuhan pompa penanganan banjir dan perahu tambahan secara tertib administrasi,” ujar Abdul Muhari.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan hanya merujuk pada informasi kebencanaan dari kanal resmi guna menghindari maraknya disinformasi atau hoaks di media sosial saat terjadi bencana. Rangkaian apel diakhiri dengan inspeksi bersama sarana dapur umum, pelepasan truk tangki air bersih, serta simulasi penyelamatan air di Sungai Serayu.[asr]











