Liputan

Yanuar Arif: Pancasila Perlu Jadi Kompas Generasi di Era Digital

5
×

Yanuar Arif: Pancasila Perlu Jadi Kompas Generasi di Era Digital

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan untuk menjadi pedoman generasi bangsa di tengah perubahan zaman dan derasnya arus informasi digital. Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah VIII, Yanuar Arif, dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Banyumas, 17 Juni 2026.

Kegiatan tersebut diikuti tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, mahasiswa, dan pelajar. Empat pilar yang disosialisasikan meliputi Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kegiatan tersebut, Yanuar menempatkan Pancasila sebagai salah satu pedoman dalam menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila yang berisi 5 nilai luhur adalah nilai-nilai yang berakar dari bangsa Indonesia itu sendiri. Bung Karno bahkan mengatakan Pancasila itu digali dari kepribadian bangsa sendiri,” ujar Yanuar.

Menurut Yanuar, Pancasila dapat dianalogikan seperti kompas yang membantu menentukan arah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kata dia, dapat menjadi patokan bagi generasi bangsa maupun pemerintah dalam menentukan langkah ke depan.

“Ibarat kompas, Pancasila menjadi penentu dan patokan arah bagi generasi bangsa, termasuk pemerintah juga. Akan maju, jalan di tempat, ataukah mundur,” katanya.

Tantangan di Tengah Banjir Informasi

Selain membahas nilai kebangsaan, Yanuar menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital. Salah satunya adalah semakin mudahnya masyarakat menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menurut dia, informasi yang beredar melalui media sosial maupun perangkat pribadi perlu disikapi secara kritis. Masyarakat tidak cukup hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga perlu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Yanuar mengingatkan peserta untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” ketika menerima informasi melalui telepon seluler maupun media sosial.

BACA JUGA  Isu Penutupan Prodi Jadi Alarm Keras Ketidaksinkronan Kampus dan Pasar Kerja

Pesan tersebut menjadi penting karena informasi yang tidak tervalidasi dapat dengan mudah menyebar dan memengaruhi cara masyarakat memahami suatu persoalan.

Karena itu, penguatan nilai kebangsaan menurut Yanuar juga perlu berjalan bersama dengan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan teknologi dan arus informasi.

Ruang Diskusi tentang Pancasila

Sosialisasi tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi. Peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan, pendapat, maupun pandangan mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat modern.

Sesi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, termasuk perubahan pola komunikasi akibat perkembangan teknologi.

Bagi Yanuar, pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan tidak cukup berhenti pada hafalan. Nilai-nilai tersebut perlu dipahami dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat, termasuk ketika menghadapi tantangan baru di era digital.

Melalui sosialisasi tersebut, peserta diajak melihat Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan sikap dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *