BANYUMASMEDIA.COM – Di tengah pelepasan 1.338 jemaah haji Kabupaten Banyumas, ada satu momen yang tak kalah penting: peluncuran Program TRILAS. Program ini mungkin sederhana dari sisi angka, namun menyasar mereka yang selama ini bekerja dalam senyap—guru ngaji, pengasuh pesantren, hingga marbot masjid.
Diluncurkan di Pendopo Si Panji, Kamis (30/4/2026), program ini memberikan insentif kepada 1.610 guru ngaji, 199 pondok pesantren, serta 345 marbot dan petugas kebersihan rumah ibadah. Masing-masing menerima Rp100.000 per bulan dalam periode tertentu.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebut program ini sebagai bentuk penghargaan atas peran besar para pelaku layanan keagamaan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan moral masyarakat.
“Peran mereka sangat besar dalam membentuk karakter generasi muda. Sudah sepatutnya mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Program TRILAS hadir di tengah realitas bahwa banyak guru ngaji dan marbot menjalankan tugasnya tanpa imbalan yang memadai. Mereka tetap hadir di tengah masyarakat, mengajar, menjaga rumah ibadah, dan merawat nilai-nilai keagamaan, meski sering kali tanpa sorotan.
Selain peluncuran program, Pemkab Banyumas juga melepas 1.338 jemaah haji yang akan diberangkatkan dalam lima kloter pada 14–16 Mei 2026 melalui GOR Satria Purwokerto.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Afifuddin Idrus, juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat dan menjaga kebersamaan antarjemaah.
Peluncuran TRILAS menjadi penanda bahwa di balik seremoni besar seperti pemberangkatan haji, ada perhatian yang mulai diarahkan kepada para penjaga nilai di tingkat akar rumput mereka yang mungkin tak terlihat, tetapi perannya terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. [asr]











