Liputan

Mudik 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Literasi Anak Lewat Buku Gratis

×

Mudik 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Literasi Anak Lewat Buku Gratis

Sebarkan artikel ini
sumber foto kemendikdasmen.go.id

BANYUMASMEDIA.COM – Di tengah semakin tingginya penggunaan gawai oleh anak-anak, pemerintah berupaya menghadirkan kembali budaya membaca melalui momentum mudik Lebaran 2026.

Melalui program Mudik Asyik Baca Buku 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membagikan sebanyak 24 ribu buku bacaan gratis kepada para pemudik di berbagai titik keberangkatan.

Program yang diinisiasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ini tidak sekadar berbagi buku, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali literasi, khususnya di kalangan anak-anak.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Dora Amalia, menegaskan bahwa buku yang dibagikan telah melalui proses kurasi sehingga sesuai dengan karakter dan kemampuan anak.

“Kami ingin menghadirkan bacaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman dan sesuai untuk anak-anak,” ujarnya.

Ia menilai, kebiasaan anak yang kini lebih dekat dengan telepon pintar menjadi tantangan tersendiri dalam membangun budaya literasi. Karena itu, perjalanan mudik dinilai sebagai momen yang tepat untuk memperkenalkan kembali buku sebagai teman belajar sekaligus hiburan.

Di sejumlah titik seperti Terminal Terpadu Pulo Gebang, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pembagian buku, tetapi juga aktivitas mendongeng dan mewarnai bagi anak usia dini yang belum bisa membaca.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar anak-anak dapat menikmati proses literasi secara menyenangkan sejak usia dini.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari berbagai pihak, di antaranya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, The Asia Foundation, dan Ikatan Penerbit Indonesia, yang turut mendorong penguatan budaya baca di masyarakat.

Bagi para orang tua, kehadiran buku selama perjalanan mudik menjadi alternatif aktivitas yang lebih edukatif bagi anak dibandingkan penggunaan gawai secara terus-menerus.

Salah satu pemudik, Ali Muddin, mengaku buku-buku tersebut membantu mengalihkan perhatian anak-anaknya selama perjalanan.

BACA JUGA  Setya Arinugroho: Pemekaran Provinsi Jasela Perlu Kajian Ilmiah dan Kesiapan Fiskal

“Daripada terus bermain ponsel, buku ini bisa jadi hiburan sekaligus menambah pengetahuan,” ujarnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap kebiasaan membaca tidak hanya hadir sesaat selama perjalanan mudik, tetapi juga berlanjut di rumah dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak Indonesia. [asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *