FaunaLiputan

Tidur Satu Mata Ala Lumba-Lumba: Rebahan Tapi Tetap Sadar

×

Tidur Satu Mata Ala Lumba-Lumba: Rebahan Tapi Tetap Sadar

Sebarkan artikel ini
ilustrasi idur Satu Mata Ala Lumba-Lumba: Rebahan Tapi Tetap Sadar

BANYUMASMEDIA.COM – Kalau manusia punya istilah mata satu masih melek buat mantau notifikasi, lumba-lumba sudah melakukannya jauh sebelum tren multitasking tidur itu viral.

Mamalia laut yang terkenal cerdas ini ternyata punya gaya tidur yang cukup absurd menurut standar kita, tapi justru sangat logis kalau hidupmu bergantung pada menyembul ke permukaan buat sekadar bernapas.

Lumba-lumba tidur, tapi cuma separuh otaknya saja. Gaya tidur ini disebut unihemispheric slow-wave sleep (USWS). Ketika otak kanan tidur, otak kiri tetap berjaga. Ketika otak kiri rebahan, otak kanan bersiaga. Jadi bisa gantian mantau situasi laut, sambil tetap dapat jatah istirahat otak yang adil dan merata.

Biar lebih dramatis: lumba-lumba juga tidur hanya dengan menutup sebelah mata. Kalau mata kiri merem, otak kanan istirahat. Mata kanan merem, giliran otak kiri yang rehat. Mereka ini ibarat satpam shift malam dan pagi, kerja timnya rapi banget.

Kenapa harus begini? Karena lumba-lumba bernapas secara sadar. Paru-paru mereka nggak otomatis seperti manusia. Bernapasnya harus dipikirkan. Kalau mereka tidur penuh kayak kita, bisa-bisa nggak bangun lagi.

Makanya, di perairan dangkal, kadang lumba-lumba rebahan di dasar laut, lalu bangkit berkala buat bernapas. Kalau di perairan dalam, mereka bisa ngambang pelan di permukaan, tampak seperti diam, padahal otaknya masih kerja shift.

Mereka juga bisa menahan napas sampai 8–15 menit karena paru-parunya mengandung lebih banyak alveoli, kantong udara kecil, dibanding manusia. Namun tetap, setelah itu, mereka harus naik ke permukaan. Artinya: lumba-lumba nggak pernah bisa benar-benar lelap.

Mungkin, dari lumba-lumba kita bisa belajar tentang kesadaran. Bahwa dalam hidup, ada saatnya kita butuh istirahat, tapi tetap harus ada bagian dari diri yang berjaga.

BACA JUGA  Cacing Tanah: Insinyur Lingkungan yang Bekerja Tanpa Sorotan

Entah itu berjaga dari distraksi, dari keputusan impulsif, atau dari lupa diri.

Lumba-lumba juga mengingatkan kita bahwa menjadi cerdas itu bukan sekadar punya otak penuh, tapi tahu kapan waktunya setengah otak istirahat dan sisanya tetap siaga.

Mungkin kita tak bisa tidur satu mata seperti lumba-lumba. Tapi kita bisa belajar untuk tidak tidur sepenuhnya dalam hidup agar tak terlewat bernapas di tengah derasnya arus dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *