Liputan

Sedekah Minyak Jelantah Sokong Kebutuhan Listrik Masjid di Banyumas

4
×

Sedekah Minyak Jelantah Sokong Kebutuhan Listrik Masjid di Banyumas

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Pengurus Masjid Taman Pesona Teluk di Kelurahan Teluk, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meluncurkan gerakan sedekah minyak jelantah untuk menopang kebutuhan energi operasional rumah ibadah. Limbah minyak goreng rumah tangga yang dikumpulkan dari jemaah tersebut dijual ke perusahaan pengolah untuk dikonversi menjadi bahan baku biodiesel, sedangkan hasil penjualannya digunakan untuk membeli token listrik masjid.

Inovasi bertajuk gerakan sedekah ramah lingkungan ini digagas oleh Ketua Takmir Masjid Taman Pesona Teluk, Achri Priyono. Ia terinspirasi dari metode guru sekolah dasarnya pada tahun 1990-an yang memanfaatkan jelantah dan kapas sebagai sumbu penerangan darurat saat berkemah di area tanpa listrik.

“Dari cerita guru saya ketika SD, saya terinspirasi bahwa sesuatu yang dianggap limbah ternyata bisa dimanfaatkan. Dari situlah muncul gagasan untuk mengajak jemaah bersedekah minyak jelantah. Hasil penjualannya kami gunakan untuk membeli token listrik masjid,” kata Achri di Banyumas, Selasa (27/10/2026).

Setiap hari Ahad, pengurus takmir mendatangi rumah-rumah jemaah untuk mengambil jelantah. Saat ini program tersebut telah menjangkau sekitar 150 rumah dan mampu menghimpun 20 hingga 25 kilogram minyak jelantah setiap bulan.

Minyak bekas yang terkumpul kemudian disalurkan melalui agen resmi perusahaan pengolah biodiesel yang berbasis di Tangerang, Banten. Melalui skema pemanfaatan limbah ini, pembiayaan listrik untuk fasilitas ibadah dapat ditekan sehingga tidak sepenuhnya membebani dana infak tunai jemaah.

Achri menambahkan bahwa program sedekah jelantah ini memberikan dampak multisektor, mulai dari aspek ekonomi, kesehatan publik, hingga ekologi. Secara kesehatan, gerakan ini mengedukasi warga agar tidak menggunakan minyak goreng secara berulang yang memicu risiko penyakit. Secara ekologis, program ini mencegah pencemaran saluran air permukiman dan lahan pertanian akibat pembuangan limbah minyak sembarangan.

BACA JUGA  Tips Milih Kursi Kereta agar Nggak Tersesat Duduk Mundur Sepanjang Perjalanan

“Program ini memiliki banyak keuntungan. Minyak jelantah bisa dijual untuk membeli token listrik, jemaah terdorong lebih bijak menggunakan minyak goreng, dan lingkungan menjadi lebih terjaga. Harapannya, tidak ada lagi minyak jelantah yang dibuang sembarangan ke selokan,” ujarnya.

Gerakan pengumpulan limbah ini menjadi langkah awal dari visi jangka panjang Masjid Taman Pesona Teluk untuk bertransformasi menjadi Eco Masjid, atau masjid ramah lingkungan. Pihak takmir menargetkan pemenuhan tujuh pilar Eco Masjid secara bertahap hingga tahun 2030, sekaligus menjadikannya sebagai pusat edukasi praktis kepedulian lingkungan berbasis komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *