BANYUMASMEDIA.COM – Menjadi lansia mungkin adalah satu-satunya fase hidup ketika pengalaman puluhan tahun sering kalah menarik dibanding video berdurasi 30 detik di media sosial.
Padahal, di balik rambut yang memutih dan langkah yang mulai melambat, para lansia menyimpan lebih banyak cerita, pelajaran, dan keteladanan dibandingkan banyak motivator dadakan yang berseliweran di internet.
Pesan itulah yang terasa dalam kegiatan Gerakan Lansia Sehat yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Banyumas di Kompleks Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Banyumas tersebut dihadiri sekitar 140 peserta yang terdiri atas kader posyandu lansia, kelompok senam lansia, serta berbagai unsur masyarakat.
Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa peringatan Hari Lansia bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Banyumas yang ramah lansia.
“Setiap lansia berhak menikmati hidup yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia,” kata Lintarti.
Ia menegaskan, para lansia tidak boleh lagi dipandang sebagai kelompok yang hanya menunggu masa tua berlalu. Sebaliknya, mereka merupakan aset pembangunan yang memiliki pengalaman, keteladanan, dan kearifan yang sangat berharga bagi generasi muda.
Pernyataan itu terasa relevan di tengah masyarakat yang sering kali begitu sibuk mengejar hal-hal baru hingga lupa bahwa orang-orang tua di sekitar mereka pernah melewati berbagai fase kehidupan yang kini sedang dijalani generasi muda.
Kita sering meminta nasihat dari buku, podcast, atau seminar mahal. Padahal di rumah, ada orang tua dan kakek-nenek yang menyimpan pengalaman hidup puluhan tahun secara gratis.
Tema Hari Lansia tahun ini, yakni “Lansia Mandiri Indonesia Berdaya”, serta tema kesehatan “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya”, menjadi pengingat bahwa masa tua tidak identik dengan ketidakberdayaan.
Karena itulah berbagai program kesehatan terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas, mulai dari posyandu lansia, pemeriksaan kesehatan berkala, edukasi perilaku hidup sehat, hingga deteksi dini penyakit.
“Upaya-upaya ini sangat penting untuk memastikan para lansia tetap aktif, mandiri, dan produktif di usia senja,” ujar Lintarti.
Sementara itu, Kepala Dinkes KB Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, mengatakan bahwa Gerakan Lansia Sehat bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lansia.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap kelompok lanjut usia.
“Kami ingin menguatkan paradigma bahwa lansia adalah potensi, bukan beban,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti senam sehat lansia, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Namun di luar seluruh rangkaian kegiatan itu, ada satu pesan yang sebenarnya lebih penting daripada angka tekanan darah atau hasil pemeriksaan kesehatan.
Yakni bahwa menjadi lansia yang sehat tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada lingkungan yang menghargai keberadaan mereka.
Sebab banyak lansia yang sebenarnya tidak meminta hal-hal besar. Mereka hanya ingin didengarkan ketika bercerita, ditemani ketika merasa kesepian, dan tetap dianggap penting oleh keluarga maupun masyarakat.
Barangkali itulah makna paling sederhana dari Banyumas yang ramah lansia. Bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan yang baik, tetapi juga memastikan para orang tua tidak merasa menjadi tamu di rumah yang mereka bangun sendiri.











