BANYUMASMEDIA.COM – Pantauan citra satelit Himawari-9 Enhanced Infrared (IR) milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin, 26 Januari 2026 pukul 06.20 UTC menunjukkan masih aktifnya pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah.
Pada citra tersebut, wilayah Jawa Tengah terpantau didominasi awan dengan suhu puncak rendah, yang ditunjukkan oleh warna hijau hingga kuning, dengan beberapa area berwarna oranye. Pola ini mengindikasikan adanya awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta kemungkinan kejadian kilat dan petir.
Secara lebih luas, wilayah Indonesia bagian selatan terlihat dipengaruhi oleh pita awan tebal yang memanjang dari Samudra Hindia hingga kawasan selatan Jawa. Keberadaan pita awan ini menandakan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.
Sementara itu, wilayah Indonesia bagian utara relatif didominasi oleh awan dengan intensitas lebih rendah dibandingkan wilayah selatan. Perbedaan ini menunjukkan distribusi curah hujan yang tidak merata di berbagai wilayah Indonesia pada periode pengamatan tersebut.
Citra satelit infrared digunakan untuk mengidentifikasi suhu puncak awan, di mana semakin rendah suhu puncak awan menandakan awan semakin tinggi dan berkembang. Awan dengan karakteristik tersebut umumnya berkaitan dengan aktivitas hujan yang lebih intens. [asr]











