BANYUMASMEDIA.COM – Sejumlah program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Purbalingga sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil. Perbaikan infrastruktur, penguatan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi indikator yang menonjol.
Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif dalam forum Musrenbang RKPD beberapa waktu lalu. Ia menyebut, pembangunan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang langsung berdampak pada masyarakat.
Di sektor infrastruktur, pemkab telah memperbaiki jalan sepanjang 92,5 kilometer dengan anggaran Rp122 miliar. Selain itu, penanganan tebing Sungai Kelawing dan Sungai Serayu juga dilakukan dengan total anggaran Rp50,8 miliar guna mengantisipasi bencana serta melindungi kawasan permukiman dan lahan pertanian.
“Perbaikan jalan hingga penanganan tebing sungai dilakukan untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk distribusi ekonomi,” ujar Fahmi.
Pada sektor pertanian dan permukiman, pembangunan 16 jalan usaha tani serta perbaikan 910 unit rumah tidak layak huni (RTLH) turut dilakukan. Program ini dinilai berdampak langsung pada produktivitas petani sekaligus meningkatkan kualitas hunian warga.
Sementara di bidang pendidikan, revitalisasi 25 sekolah serta rehabilitasi sejumlah SD dan SMP dilakukan untuk menunjang proses belajar mengajar. Di sektor kesehatan, beroperasinya Puskesmas Kemangkon II di Desa Gambarsari memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat.
Tak hanya pembangunan fisik, pemerintah daerah juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai event seperti Simfoni Batik dan Purbalingga Musik Festival yang melibatkan pelaku UMKM dan industri kreatif. Selain itu, pelaksanaan job fair yang menghadirkan ribuan lowongan kerja menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran.
Dampak dari berbagai program tersebut mulai terlihat pada capaian makro daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Purbalingga pada 2025 tercatat mencapai 71,71 atau masuk kategori tinggi. Angka kemiskinan turun menjadi 12,55 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,83 persen. Pertumbuhan ekonomi juga menunjukkan tren positif di kisaran 5,9 persen.
Pemerintah daerah menilai capaian ini menjadi indikator bahwa arah pembangunan mulai berada pada jalur yang tepat, meski evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan manfaatnya semakin merata di seluruh wilayah.[asr]











