Kilas

Dua Siswa SMP IT Harapan Bunda Purwokerto Wakili Banyumas ke Mapsi Tingkat Provinsi

68
×

Dua Siswa SMP IT Harapan Bunda Purwokerto Wakili Banyumas ke Mapsi Tingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Dua siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Harapan Bunda Purwokerto dipastikan maju mewakili Kabupaten Banyumas ke perlombaan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kepastian ini diperoleh setelah keduanya meraih juara pertama dalam ajang Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (Mapsi) tingkat SMP se-Kabupaten Banyumas, Sabtu (10/10/2026).

Kedua siswa tersebut adalah Akalil Riefan Abiyu Otslan yang meraih Juara 1 cabang Tahfidz Putra dan Rasya Ghatfaan Al Ghifari yang memenangi Juara 1 cabang Tartil Putra.

Selain dua gelar utama tersebut, kontingen dari sekolah ini juga membawa pulang sejumlah penghargaan lain. Di antaranya adalah Juara 3 Pidato Putra oleh Muhammad Rizki Adelino, Juara Harapan 2 cabang Hadroh, serta Juara Harapan 2 Tahfidz Putri yang diraih oleh Raisya Zahra Aira Sheza.

Kepala SMP IT Harapan Bunda Purwokerto Lukmanul Hakim menyampaikan, capaian para siswa tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang berjalan konsisten di lingkungan sekolah.

”Kami bersyukur atas capaian anak-anak pada ajang Mapsi tahun ini. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh kontingen, khususnya para guru pembimbing yang telah menemani proses latihan para siswa,” ujar Lukmanul, Minggu (11/10/2026).

Salah satu perwakilan yang lolos ke tingkat provinsi, Akalil Riefan Abiyu Otslan, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang dicapainya. Menurut dia, kemenangan ini menjadi momentum untuk mempersiapkan diri lebih matang menghadapi kompetisi di level berikutnya.

”Alhamdulillah, saya sangat senang dengan hasil ini. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk berlatih lebih giat lagi agar bisa memberikan hasil terbaik saat mewakili Kabupaten Banyumas di tingkat provinsi nanti,” kata Akalil.

Pihak sekolah kini mulai menyiapkan program pendampingan dan latihan intensif bagi para siswa yang lolos. Hal ini dilakukan agar mereka siap menghadapi persaingan yang lebih ketat dengan perwakilan dari kabupaten dan kota lain se-Jawa Tengah.[asr]

BACA JUGA  Produksi Padi di Jateng Diperkirakan Naik 5,5% pada 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *