Liputan

Digitalisasi Perlu Diimbangi Penguatan Literasi Anak Sejak Dini

4
×

Digitalisasi Perlu Diimbangi Penguatan Literasi Anak Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Kedekatan anak-anak dengan gawai dan internet perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi serta pembiasaan membaca buku sejak dini. Pengenalan literasi yang dikemas melalui kegiatan kreatif dan berbasis budaya lokal diharapkan dapat membangun kemampuan anak dalam mengolah informasi menjadi pengetahuan yang mendalam.

Hal itu mengemuka dalam pembukaan Festival Literasi Purbalingga 2026 di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026). Acara yang berlangsung hingga Sabtu (10/10/2026) ini mengusung tema ”Kolaborasi Untuk Literasi, Literasi Untuk Kesejahteraan Purbalingga”.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan, derasnya informasi visual yang disajikan secara cepat dan singkat di ruang digital berisiko membuat anak terbiasa menerima informasi tanpa memahaminya secara mendalam. Oleh karena itu, fondasi literasi harus diletakkan sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Meski demikian, Fahmi menekankan bahwa proses pembelajaran di tingkat PAUD harus tetap menyenangkan. Hal ini penting agar masa transisi menuju sekolah dasar tidak memadamkan minat belajar anak. Selain itu, kebiasaan membaca tidak akan tumbuh hanya dengan menyediakan buku, melainkan butuh keteladanan dari orang dewasa di sekitar anak.

”Sebanyak apa pun buku yang kita miliki dan sebesar apa pun kita memotivasi, jika kita tidak menunjukkan ketertarikan untuk membaca, anak-anak tidak akan pernah tertarik,” ujar Fahmi.

Sebagai bagian dari penguatan literasi lokal, festival ini juga meluncurkan tiga buku cerita anak karya Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi M Hanif. Sebanyak 240 buku didonasikan ke lembaga PAUD dan anak-anak. Buku-buku tersebut mengenalkan ikon daerah seperti Alun-Alun Purbalingga dan Goa Lawa, hingga kuliner lokal seperti onde-onde dan ondol-ondol.

Guna mendukung lingkungan belajar yang memadai, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengucurkan hibah sebesar Rp200 juta. Dana tersebut dialokasikan bagi 20 lembaga PAUD untuk peningkatan sarana dan prasarana fisik.

BACA JUGA  Masjid Taman Pesona Teluk Raih Juara 3 Lomba QRIS Masjid Ter-Digital Se-Banyumas Raya 2026

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Purbalingga Endi Astono menambahkan, literasi memiliki esensi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan mengeja atau merangkai kalimat. Di tengah masifnya perkembangan media sosial, literasi adalah kunci adaptasi teknologi untuk mengolah informasi menjadi inovasi atau gagasan yang bermanfaat.

Festival tahun ini dimeriahkan oleh 21 stan literasi dari berbagai unsur, mulai dari Polres Purbalingga, Lanud Jenderal Soedirman, perpustakaan desa, lembaga keuangan, hingga pelaku UMKM. Selama tiga hari, masyarakat disuguhi berbagai aktivitas seperti lokakarya, bedah buku, gelar wicara, dialog interaktif, hingga literasi budaya.

Pada puncak acara, festival akan menampilkan pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang cilik Ananda Affan Kita Nurfalah, siswa SD Negeri Selakambang. Penampilan ini menjadi simbol bahwa ruang literasi juga berfungsi sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus pengasahan kreativitas anak. [asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *