BANYUMASMEDIA.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Semarang menggelar edukasi dan workshop pengelolaan sampah bagi siswa kelas V SD Negeri 01 Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan yang berlangsung pada 23 April 2026 tersebut mengusung tema “Edukasi Kreatif Pilah dan Daur Ulang Sampah untuk Anak Sekolah Dasar: Membentuk Generasi Ramah Lingkungan”. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak usia dini.
Tim pengabdian diketuai oleh Nur Hilal, S.KM., M.Kes, dengan anggota Dr. Tri Marthy Mulyasari, S.ST., M.KL dan Bayu Chondro Purnomo, S.ST., M.Kes, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang, yakni Dwi Ayu Desiana Pangestu, Fauzan Ad-dimasyqy, Syafa Anindya Fitri, Maulidya Dwi Hapsari, Genaya Thalita Eka Putri, Nayla Ardhya Wulandari, Erkiana Ajeng Prastiwi, Salsa Bila Fadilah, dan Zazkya Amelia Rakhmadhani serta Zulfanisa Alfaza Febriansyah.
Ketua tim pengabdian, Nur Hilal, mengatakan pembentukan perilaku peduli lingkungan perlu dimulai sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami cara memilah dan mengelola sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di masa depan,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi interaktif mengenai jenis-jenis sampah, cara pengelolaannya, serta dampak yang dapat ditimbulkan apabila sampah tidak ditangani dengan baik. Materi disampaikan melalui diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif sehingga lebih mudah dipahami oleh para siswa.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti berbagai permainan yang disiapkan oleh tim mahasiswa.
Sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan, seluruh siswa juga diajak mengucapkan janji bersama untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan workshop daur ulang sampah. Dalam sesi ini, siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas menjadi celengan yang dapat digunakan kembali.
Para peserta kemudian menghias hasil karya mereka sesuai kreativitas masing-masing. Suasana workshop berlangsung meriah karena siswa dapat berkreasi secara langsung sambil belajar tentang pentingnya prinsip daur ulang.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim pengabdian melakukan pre-test dan post-test kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai jenis sampah, pengelolaan sampah, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut tim pengabdian, kegiatan edukasi dan workshop daur ulang ini menjadi salah satu upaya mendukung pembentukan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat budaya pengelolaan sampah yang baik di Kabupaten Banyumas.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa tidak hanya memahami konsep pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.











