BANYUMASMEDIA.COM – Festival Desa Wisata Petahunan 2026 menjadi momentum penguatan wisata berbasis olahraga (sport tourism) di Banyumas bagian barat. Kegiatan yang dipusatkan di Bukit Watu Kumpul, Kecamatan Pekuncen ini juga berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.
Rangkaian festival berlangsung sejak 28 Maret hingga puncaknya pada 5 April 2026. Sejumlah agenda digelar, mulai dari turnamen bola voli putra dan putri hingga Festival Paralayang yang diikuti atlet dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain itu, kegiatan Gas Bareng Trail Adventure turut menarik partisipasi komunitas pecinta otomotif.
Kegiatan ini diinisiasi Wakil Ketua DPRD Banyumas, Joko Pramono, bekerja sama dengan Disporabudpar Banyumas dan Pemerintah Desa Petahunan.
Joko Pramono mengatakan, festival tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi wisata desa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini bisa memberi manfaat langsung bagi warga, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisata dan membuka peluang usaha,” ujarnya.

Plt Kepala Disporabudpar Banyumas, Junaidi, menilai kawasan Bukit Watu Kumpul memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga.
“Potensi alamnya sangat mendukung, khususnya untuk paralayang dan wisata petualangan. Ini bisa menjadi daya tarik baru bagi Banyumas,” katanya.
Selama festival berlangsung, pelaku UMKM lokal ikut merasakan dampaknya. Aktivitas ekonomi meningkat, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, hingga jasa parkir dan penginapan warga.
Kepala Desa Petahunan, Rohmat Fadhil, berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai upaya memperkuat identitas desa wisata.
“Ini menjadi kesempatan bagi desa kami untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” ujarnya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Festival Desa Wisata Petahunan diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus ekonomi masyarakat di Banyumas. [asr]











