BANYUMASMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi memulai Kick Off Proyek DevelopPPP Pemberdayaan Petani melalui Budidaya Kelapa Genjah pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas. Proyek ini menjadi wujud nyata kolaborasi internasional antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman, serta kemitraan strategis dengan sektor swasta dalam rangka memperkuat pertanian rakyat yang berkelanjutan.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Republik Federal Jerman melalui pendanaan DevelopPPP yang diimplementasikan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH bersama mitra swasta PT Integral Mulia Cipta (IMC). Di tingkat nasional, proyek ini berada di bawah naungan kerja sama antara GIZ Indonesia dan ASEAN serta Biro Kerja Sama Pertanian (BKSP) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Tujuan utama proyek ini adalah memberdayakan sedikitnya 6.000 rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda, melalui penerapan budidaya kelapa genjah yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, penguatan rantai nilai, serta perluasan akses pasar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani dan keselamatan kerja di sektor kelapa.
Managing Director PT IMC, Mario Ngensowidjaja, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam proyek ini didorong oleh meningkatnya permintaan pasar terhadap produk kelapa, sementara jumlah produksi justru mengalami penurunan. Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar petani berusia lanjut dan pohon kelapa yang semakin tinggi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
“Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, santunan kecelakaan dan cedera kepada sekitar 2.000 petani telah mencapai kurang lebih Rp4 miliar. Oleh karena itu, gerakan penanaman kelapa genjah menjadi sangat penting sebagai langkah rejuvenasi agar sepuluh tahun ke depan industri kelapa tidak mengalami krisis akibat keterbatasan tenaga petani,” ungkapnya.
Sementara itu, Implementation Manager GIZ, Dominic Schwab, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Jerman dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. GIZ menaruh kepercayaan kepada PT IMC untuk menjalankan kerja sama jangka panjang dalam pengembangan kelapa genjah.
“GIZ mendukung pembibitan dan pengembangan kelapa genjah dengan harapan menghasilkan manfaat berkelanjutan serta membantu petani kecil meningkatkan perekonomian, khususnya di Kabupaten Banyumas,” ujarnya.
Ketua Kelompok Kerja Sama Dalam Negeri, Ronny Mucharam, menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan program pemerintah, khususnya kebijakan hilirisasi di sektor pertanian kelapa. Ia menuturkan proyek ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan, sehingga membutuhkan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan proyek ini karena sejalan dengan program sosial di sektor pertanian, khususnya pengembangan hilirisasi komoditas kelapa,” tegasnya.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kolaborasi lintas negara dan lintas sektor tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian rakyat yang berkelanjutan di Banyumas.
“Proyek ini bertujuan memberdayakan rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda, melalui penerapan budidaya kelapa genjah yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas petani, penguatan rantai nilai, serta perluasan akses pasar,” ujar Sadewo.
Ia juga menyoroti potensi besar Banyumas dalam komoditas kelapa, khususnya gula kelapa. Saat ini, sekitar 90 persen kebutuhan gula kelapa dunia dipasok oleh Indonesia, dan 80 persen di antaranya berasal dari Banyumas Raya.
“Ini merupakan peluang yang luar biasa. Saya akan berkonsentrasi agar Banyumas menjadi pusat eksportir gula kelapa yang mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat pedesaan,” tegasnya.
Namun demikian, Sadewo mengakui masih terdapat berbagai tantangan, mulai dari tingginya risiko kecelakaan kerja dari para petani hingga menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Oleh karena itu, kehadiran proyek ini dinilai sangat relevan dalam mendorong transformasi sektor pertanian agar menjadi lebih produktif, aman, dan bernilai tambah tinggi.
“Saya melihat proyek ini bukan sekadar kegiatan teknis pertanian, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi bagi masyarakat Banyumas. Jika dikelola dengan baik, proyek ini akan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat daya saing produk lokal,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi proyek ini melalui sinergi lintas sektor supaya dapat memberikan yang dirasakan oleh masyarakat. Melalui Kick Off ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman dan komitmen bersama untuk menjadikan Kabupaten Banyumas sebagai role model pengembangan budidaya kelapa genjah yang berkelanjutan dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.









