Fauna

Tupai dan Kantong Pipinya: Mulut Kecil, Gudang Makanan

×

Tupai dan Kantong Pipinya: Mulut Kecil, Gudang Makanan

Sebarkan artikel ini
Photo by Siegfried Poepperl: https://www.pexels.com/photo/squirrel-eating-walnut-21896863/

BANYUMASMEDIA.COM – Sekilas, tupai tampak seperti hewan kecil yang gesit dan ceroboh. Mulutnya mungil, tubuhnya ringan, dan geraknya cepat. Namun di balik penampilan itu, tupai menyimpan salah satu “teknologi biologis” paling efisien di dunia fauna: kantong pipi.

Secara anatomi, tupai, terutama dari kelompok tupai tanah memiliki kantong pipi elastis yang membentang dari sudut mulut hingga ke sisi kepala, bahkan bisa mencapai bahu. Kantong ini bukan bagian dari lambung, melainkan ruang penyimpanan sementara yang memungkinkan tupai membawa makanan dalam jumlah besar tanpa harus berhenti makan di tempat terbuka.

Penelitian zoologi mencatat, satu ekor tupai dapat mengisi kantong pipinya hingga setara dengan ukuran kepalanya sendiri. Kacang, biji, buah kering, hingga umbi kecil bisa disimpan sekaligus, meski mulutnya terlihat kecil. Elastisitas jaringan pipi memungkinkan kantong itu mengembang ekstrem tanpa melukai jaringan di sekitarnya.

Keunikan ini bukan sekadar soal “rakus”, melainkan strategi bertahan hidup. Dengan kantong pipi, tupai dapat mengumpulkan makanan dengan cepat, lalu membawanya ke tempat aman untuk dimakan atau disimpan. Strategi ini mengurangi risiko dimangsa predator, karena waktu mereka berada di ruang terbuka menjadi sangat singkat.

Selain itu, tupai dikenal sebagai penimbun ulung. Banyak makanan yang mereka simpan tidak dimakan kembali, melainkan tertinggal di tanah dan kemudian tumbuh menjadi tanaman baru. Dalam ekologi hutan dan kebun, tupai berperan sebagai penyebar biji alami, membantu regenerasi vegetasi tanpa sadar.

Menariknya, sistem kantong pipi ini juga berpengaruh pada perilaku sosial tupai. Saat musim makanan melimpah, mereka terlihat “serakah”, mengisi pipi sebanyak mungkin. Namun saat musim paceklik, simpanan tersembunyi itulah yang menjadi penopang hidup.

Di sekitar manusia, di kebun, taman kota, hingga perkebunan, tupai sering dianggap hama karena gemar mencuri kacang atau buah. Padahal, di balik pipi yang menggembung itu, mereka sedang menjalankan insting purba untuk bertahan di lingkungan yang makin berubah.

BACA JUGA  Saat Rumah Para Hewan Menyempit: Cerita Hutan Indonesia yang Terus Mundur

Tupai mengajarkan satu hal sederhana: dalam dunia satwa, kecerdikan sering kali lebih penting daripada ukuran tubuh. Mulut boleh kecil, tapi jika alam membekali strategi, hasilnya bisa luar biasa.

Uniknya: pipi tupai bukan sekadar wajah lucu, melainkan gudang makanan portabel yang dirancang evolusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *