HikmahRamadan

Sepuluh Hari Terakhir Ramadan: Sunnah Membaca Qunut pada Shalat Witir

×

Sepuluh Hari Terakhir Ramadan: Sunnah Membaca Qunut pada Shalat Witir

Sebarkan artikel ini
freepik.com

BANYUMASMEDIA.COM – Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak ibadah. Selain memperbanyak doa, tilawah Al-Qur’an, dan i’tikaf, terdapat pula satu amalan yang sering dilakukan dalam rangkaian shalat Tarawih, yaitu membaca doa qunut pada shalat Witir.

Tradisi membaca qunut pada Witir di paruh akhir Ramadan memiliki dasar dari riwayat para ulama dan praktik generasi awal Islam. Keterangan tersebut di antaranya dijelaskan oleh pakar hadis terkemuka, Imam Al-Baihaqi (wafat 458 H) dalam kitab As-Sunan al-Kubra. Dalam kitab tersebut disebutkan riwayat dari kalangan tabi’in mengenai praktik sahabat Nabi ketika memimpin salat Tarawih.

Riwayat itu menyebutkan bahwa sahabat Nabi, Ubay bin Ka’ab, pernah mengimami salat pada bulan Ramadan dan membaca qunut pada paruh kedua bulan tersebut.

Riwayat tersebut berbunyi:

أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ أَمَّهُمْ فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنُتُ فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Ubay bin Ka’ab pernah mengimami mereka pada bulan Ramadan, dan beliau membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadan.”
(As-Sunan al-Kubra, jilid 5, hlm. 335)

Riwayat ini menjadi salah satu landasan bagi para ulama untuk menganjurkan bacaan qunut dalam shalat Witir ketika Ramadan memasuki paruh akhir.

Pandangan Ulama Mazhab Syafi’i

Dalam tradisi fikih mazhab Syafi’i, membaca qunut pada shalat Witir di paruh akhir Ramadan termasuk amalan yang disunnahkan. Artinya, jika dilakukan akan memperoleh pahala, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa.

Penjelasan ini disampaikan oleh ulama besar mazhab Syafi’i, Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitab Al-Adzkar. Beliau menuliskan:

وَيُسْتَحَبُّ الْقُنُوتُ عِنْدَنَا فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ مِنَ الْوِتْرِ
“Menurut mazhab kami (Syafi’iyyah), disunnahkan membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadan, yaitu pada rakaat terakhir shalat Witir.”
(Al-Adzkar, jilid 1, hlm. 124)

Karena itu, ketika Ramadan telah memasuki pertengahan bulan, bacaan qunut dalam Witir menjadi salah satu amalan yang banyak diamalkan di berbagai masjid, khususnya di kalangan masyarakat yang mengikuti tradisi mazhab Syafi’i.

BACA JUGA  Sahur: Jejak Berkah di Ujung Fajar

Bacaan Doa Qunut

Pada dasarnya, bacaan qunut yang dibaca dalam Witir di paruh akhir Ramadan sama dengan bacaan qunut dalam shalat Subuh. Doa ini berisi permohonan petunjuk, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Salah satu penggalannya berbunyi:

اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ

Artinya:
“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berikanlah kesehatan kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara. Dan berikanlah keberkahan kepada kami atas apa yang telah Engkau karuniakan.”

Doa ini biasanya dibaca pada rakaat terakhir shalat Witir, setelah rukuk atau sebelum sujud, tergantung pada praktik yang diajarkan di masing-masing masjid.

Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, karena pada malam-malam tersebut terdapat kemungkinan bertemu dengan Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan.[asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *