Akademia

Kolaborasi FISIP UNSOED dan FCSHD UNIMAS dalam Penelitian Buruh Migran Di Sarawak

401
×

Kolaborasi FISIP UNSOED dan FCSHD UNIMAS dalam Penelitian Buruh Migran Di Sarawak

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (0.539886, 0.539886); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (16, -1); aec_lux: 152.78304; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

BANYUMASMEDIA.COM – Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (FISIP UNSOED) melakukan lawatan penanda aras dan kerjasama penelitian ke Faculty of Cognitive Sciences and Human Development Universiti Malaysia Sarawak (FCSHD UNIMAS) pada Senin, 6 Mei 2024.

Kunjungan tim riset ini, yang menjalankan skema International Research Collaboration (IRC) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNSOED, diwakili oleh Prof. Imam Santosa dan Ahmad Sabiq, bertujuan untuk memperkuat hubungan kerjasama penelitian antara UNIMAS dan UNSOED.

“Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengembangkan model pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia di Sarawak, Malaysia, dengan fokus pada manajemen modal sosial untuk mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi para pekerja migran,” ujar peneliti UNSOED, Prof. Imam Santosa dalam keterangan rilis yang diterima banyumasmedia.com pada Selasa (7/5/2024) siang.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan diskusi riset antara tim peneliti FISIP UNSOED dan FCSHD UNIMAS di Ruai Wacana universitas tersebut. Diskusi dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, termasuk Dr. Ida Juliana (Kepala Strategi Fakultas), Assoc. Prof. Dr. Hardyman Barawi (Wakil Dekan Riset dan Komersialisasi), Mohd Hafizan Hashim (Wakil Dekan Urusan Mahasiswa), dan Assoc Prof Dr. Sopian bin Bujang (Direktur Pusat Ketahanan dan Potensi Manusia).

Sementara itu, peneliti UNSOED, Ahmad Sabiq mengatakan pertemuan ini menjadi langkah penting dalam implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara UNSOED dan UNIMAS, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia di Sarawak.

“Diharapkan kerjasama penelitian ini dapat memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan yang lebih baik di kedua negara dalam perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran di wilayah tersebut,” pungkasnya. (*)

BACA JUGA  Pengamat Politik Unsoed Prediksi Partai Koalisi Pilpres yang Berseberangan Potensi Berkoalisi di Pilbup Banyumas
Akademia

Empat faktor kunci kemitraan dengan Pemerintah dalam pencapaian SDGs adalah akademisi, dunia usaha dan filantropi, masyarakat sipil, dan media. Dalam pencapaian SDGs, perguruan tinggi punya peran strategis sebagai pusat pemikiran-kemajuan Center of Excellence yang mendukung seluruh aktor pembangunan. Di kampus, SDGs bisa diinternalisasi dan diintegrasikan dalam tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat”.