Kilas

Jelang Ramadan 1447 H, Kemenag Tekankan Edukasi di Tengah Perbedaan Penetapan

×

Jelang Ramadan 1447 H, Kemenag Tekankan Edukasi di Tengah Perbedaan Penetapan

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal ibadah puasa bagi umat Islam di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memfasilitasi kebutuhan keagamaan masyarakat, dengan mengedepankan prinsip kemaslahatan bersama.

“Kepastian akan pelaksanaan awal ibadah ini penting karena berdampak pada operasional perkantoran, layanan masyarakat, hingga perbankan, dan kepentingan publik lainnya. Implikasi yang kompleks ini membutuhkan kehadiran negara dalam mengakomodasi kepentingan dan kemaslahatan bersama,” kata Abu, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, Sidang Isbat juga memiliki fungsi edukatif bagi masyarakat. Penentuan awal bulan kamariah, kata dia, perlu dilakukan secara hati-hati karena berkaitan dengan pengaturan ruang publik yang menuntut ketertiban dan keteraturan.

“Pemerintah berikhtiar mengintegrasikan metode hisab dan rukyat dalam penentuan posisi hilal awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah secara cermat. Sidang Isbat menjadi wadah ilmiah dan musyawarah mufakat dalam penentuan awal bulan tersebut,” tuturnya.

Abu menegaskan, Sidang Isbat tidak dimaksudkan untuk memperuncing perbedaan, melainkan sebagai sarana edukasi atau tarbiyah bagi masyarakat dalam memahami metode penentuan awal bulan kamariah.

“Saat ini perbincangan mengenai perbedaan awal Ramadan kembali hangat. Kita sering menemukan dikotomi antara metode hisab dan rukyat. Kemenag ingin mengedukasi masyarakat, bukan mempertajam perbedaan. Pemerintah ingin memberi pemahaman bahwa perbedaan metode memiliki implikasi yang kompleks,” jelasnya.

Ia berharap, perbedaan yang mungkin muncul dalam penetapan awal Ramadhan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Perbedaan awal Ramadan bukan pertama kali terjadi. Kita telah melewati banyak perbedaan pandangan dan Alhamdulillah berjalan dengan baik. Karena itu, mari kita saling menghormati dan menghargai,” pungkasnya.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Gerak Cepat, Logistik Ratusan Juta Rupiah Dikirim ke 4 Daerah Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *