BANYUMASMEDIA.COM – Tak banyak yang tahu bahwa nama Masjid Nur Sulaiman, masjid agung kebanggaan Kabupaten Banyumas, ternyata merupakan gabungan dua nama tokoh penting yang berjasa dalam pendiriannya: Kyai Nur Daiman dan Ki Ageng Suleman.
Penuturan ini datang dari Nassirun Wijaya atau lebih dikenal dengan nama pena NasSirun PurwOkartun, budayawan yang aktif menelusuri jejak-jejak lokal Banyumas. Ia menyebut, Kyai Nur Daiman adalah sosok arsitek dan perancang masjid. Pada masa hidupnya, beliau menjabat sebagai Demang Gumelem. Dalam sejarah, tercatat dua tokoh berbeda dengan nama Kyai Nur Daiman: I dan II. Berdasar penelusuran ziarah yang ia lakukan, masjid tersebut merujuk pada Kyai Nur Daiman II.
Sementara itu, Ki Ageng Suleman dikenal sebagai penghulu pertama Masjid Agung. Namanya masih dikenang warga, meski nyaris tak ada naskah resmi yang mencatat kisah hidupnya. Makamnya berada di Dawuhan, tepat di sebelah barat kompleks makam Tumenggung Yudanegara II, bupati ke-7 Banyumas yang memerintahkan pembangunan masjid.
“Untuk Kyai Nur Daiman II, jejaknya masih bisa dilacak melalui Babad Gumelem. Tapi untuk Ki Ageng Suleman, benar-benar tak ada naskah yang mencatat. Hanya tinggal di ingatan masyarakat,” ungkap NasSirun.
Masjid Nur Sulaiman pun menjadi semacam monumen hidup yang mengabadikan dua nama: satu tercatat dalam teks, satu lagi bertahan dalam kenangan lisan. [asr]