BanyumasanLiputan

Dagelan Calung ‘Asmara Suta’ Gayengkan Banyumas Culture Festival di Hetero Space

×

Dagelan Calung ‘Asmara Suta’ Gayengkan Banyumas Culture Festival di Hetero Space

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Rintik gerimis yang turun menjelang pertunjukan tak mengurangi antusiasme warga menyaksikan pentas dagelan calung di Hetero Space, Minggu malam (15/2/2026). Sejak sore, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum mulai berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan dalam rangkaian Banyumas Culture Festival tersebut.

Pentas bertajuk “Asmara Suta” dibuka dengan adegan sederhana: tokoh Suta yang baru pulang mencari rumput lalu bergegas menuju kandang kuda. Adegan awal itu menjadi pintu masuk rangkaian dagelan yang kocak, satir, sekaligus sarat pesan.

Dialog para pemain yang dilontarkan dengan logat Banyumasan yang kental beberapa kali memancing gelak tawa dan aplaus penonton. Suasana pun terasa gayeng, khas pertunjukan rakyat Banyumas.

Di tengah perkembangan hiburan modern dan derasnya konten media sosial, dagelan calung tetap menunjukkan karakternya sendiri. Guyonan lokal, logat ngapak, serta permainan ritme dialog membuat penonton mudah terhubung dengan cerita.

Salah satu adegan yang menyita perhatian adalah pertemuan Adipati Kutaliman dengan Suta. Percakapan ringan yang diselipi humor keseharian terasa dekat dengan realitas masyarakat, sehingga tawa penonton pecah tanpa terasa dibuat-buat.

Suasana semakin meriah saat tokoh Ular Rangon muncul dan menghadirkan adegan dramatik yang dikemas secara komedik. Ketegangan yang dibangun di atas panggung seketika berubah menjadi gelak tawa, menunjukkan kekuatan dagelan calung dalam memainkan emosi penonton.

Sejumlah pengunjung mengaku terhibur dengan pertunjukan tersebut. Dian, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto, menilai pentas “Asmara Suta” tidak sekadar menghadirkan hiburan.

“Ini bukan cuma hiburan, tapi ada pesan positif yang bisa kita ambil,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari seniman senior Tejo asal Susukan, Banjarnegara. Ia menilai pertunjukan tersebut memberikan warna baru dalam panggung kesenian Banyumasan. Meski demikian, ia memberi catatan agar pada adegan pembuka tempo, jeda, dan intonasi dialog dapat lebih diperkuat sehingga guyonan terasa lebih mengena.

BACA JUGA  Setya Arinugroho Optimistis Target 11 Juta Ton Produksi Pangan Jateng 2025 Tercapai

Menurutnya, Sanggar Seni Samudra memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memperkaya khazanah seni tradisional Banyumas.

Pentas malam itu menjadi bukti bahwa dagelan calung masih memiliki tempat di hati masyarakat dan mampu bertahan di tengah perubahan zaman.[asr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *