BudayaLiputan

Catatan Kecil dari Vastenburg

×

Catatan Kecil dari Vastenburg

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Di jantung Kota Surakarta, tepatnya di Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, berdiri sebuah bangunan tua yang dulunya menjadi simbol kekuasaan kolonial: Benteng Vastenburg. Dari luar, tampak kokoh dan diam. Tapi ketika disambangi pada Sabtu (28/6), pintu gerbangnya tertutup, tak ada akses masuk, dan tak satu pun petugas terlihat berjaga.

Padahal, bangunan ini menyimpan sejarah panjang. Dibangun pada tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, benteng ini awalnya dinamai Grooemoedigheid. Posisinya strategis, tepat di pusat kekuasaan kala itu, dan dibangun untuk satu tujuan: mengawasi aktivitas Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atas nama pemerintahan VOC. Benteng Vastenburg bahkan lebih tua dibanding Benteng Vredeburg di Yogyakarta.

Namun kini, kesan megah itu nyaris tak terasa. Parit yang dulunya menjadi bagian dari sistem pertahanan, kini terlihat dangkal dan dipenuhi sampah. Rumput liar tumbuh leluasa di sisi luar dinding benteng. Bendera merah putih yang berkibar di tengah gerbang masuk tampak lusuh, warnanya pudar, dan bagian tepinya koyak oleh waktu.

Saat tiba, halaman parkir telah ramai khususnya lapak para pedagang. Berjejer aksesoris dan makanan tampak terlihat. Benteng yang dulunya simbol pengawasan kini lebih menyerupai latar belakang keramaian yang tak lagi diperhatikan.

Tak ada papan informasi. Tak ada penanda akan dibuka jam berapa. Tak ada tanda-tanda revitalisasi, padahal statusnya sebagai bangunan cagar budaya sudah diakui. Sayangnya, pengakuan itu tampaknya hanya tinggal dalam dokumen.

Benteng Vastenburg adalah pengingat bisu tentang bagaimana sejarah bisa berdiri megah, tapi juga bisa dilupakan begitu saja. Dan seperti banyak situs sejarah lain di negeri ini, nasib Vastenburg bergantung pada satu hal yang sering kali terlambat datang: kepedulian. [asr]

BACA JUGA  Tingkatkan Literasi Kesehatan, Warga Desa Muntang Ikuti Pelatihan Pembuatan Kombucha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *