BANYUMASMEDIA.COM – Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) pra panen dari Kementerian Pertanian melalui Program UPLAND (The Development of Integrated Farming System at Upland Areas Project) Tahun 2025 kepada kelompok tani di Kabupaten Purbalingga. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di UPTD Perbenihan Kabupaten Purbalingga dan dirangkai dengan apel dalam rangka peralihan Aparatur Sipil Negara (ASN) penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian, Rabu (31/12/25).
Bupati Fahmi menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan dukungan sarana pertanian berupa alsintan kepada 108 kelompok tani penerima kegiatan UPLAND yang tersebar di Kecamatan Rembang, Karangmoncol, Kejobong, dan Pengadegan. Bantuan tersebut terdiri dari 10 unit traktor roda empat, 90 unit traktor roda dua, 58 unit pompa air, serta 488 unit sprayer elektrik.
Menurut Bupati Fahmi, Program UPLAND merupakan program pembangunan pertanian dataran tinggi yang dirancang secara komprehensif dan terintegrasi, mulai dari sektor on farm hingga off farm. Program ini diarahkan untuk mendorong pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern melalui pemanfaatan alsintan dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas usaha tani.
“Pemanfaatan alsintan memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu hasil pertanian sekaligus menekan biaya dan waktu produksi. Oleh karena itu bantuan ini harus dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta dikelola secara berkelanjutan,” kata Bupati Fahmi.
Ia juga mendorong kelompok tani penerima agar mengelola alsintan melalui pembentukan unit jasa alsintan, melakukan pencatatan penggunaan, serta membuka peluang kerja sama operasional dengan kelompok tani lain apabila kebutuhan alsintan di wilayah penerima telah tercukupi. Bupati Fahmi menekankan pentingnya pelibatan perempuan dan pemuda tani dalam pengelolaan alsintan sebagai bagian dari regenerasi dan penguatan sektor pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fahmi juga menyampaikan bahwa terhitung mulai 1 Januari 2026, sebanyak 149 ASN penyuluh pertanian di Kabupaten Purbalingga resmi beralih status kepegawaian ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang terdiri dari 91 PNS dan 58 PPPK. Kebijakan ini merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 yang menegaskan penguatan peran penyuluh sebagai garda terdepan pembangunan pertanian.
“Penyuluh pertanian adalah agen perubahan, pendamping petani, sekaligus penghubung antara kebijakan pemerintah dan praktik pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.
Bupati Fahmi menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian atas dedikasi dan perannya dalam meningkatkan produktivitas serta adopsi teknologi pertanian di Purbalingga. Ia berharap sinergi kebijakan nasional melalui peralihan penyuluh ke Kementerian Pertanian dan dukungan Program UPLAND mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga Prayitno menyampaikan bahwa Program UPLAND telah diterima Kabupaten Purbalingga sejak tahun 2021 hingga 2026 dengan komoditas unggulan berupa lada, kapulaga, dan peternakan kambing. Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani melalui pengembangan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Project Implementation Unit (PIU) Proyek UPLAND Purbalingga, Supriyono, menambahkan bahwa anggaran Program UPLAND pada tahun 2025 dan 2026 mencapai Rp26 miliar yang dimanfaatkan untuk pembangunan jalan usaha tani sepanjang 24 kilometer, pembangunan 10 unit sarana irigasi, penyediaan sarana produksi, pembangunan gudang dan rumah jemur menggunakan dome dryer, serta pengadaan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) terintegrasi dengan peternakan kambing. Pada tahun mendatang juga direncanakan pembangunan unit pengolahan kapulaga terpusat yang dilengkapi mesin pembersih, sortasi, dan pengemasan.
Salah satu penerima bantuan alsintan, Adi dari Pemuda Tani Sekar Lemah Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa bantuan alsintan sangat membantu petani dalam mempercepat pengolahan lahan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.
“Alhamdulillah kami sangat senang dan berterima kasih kepada Bupati Purbalingga. Bantuan ini menjadikan pertanian lebih modern dan efisien, sehingga pekerjaan yang dulu terhambat kini bisa lebih cepat selesai,” ungkapnya.
Dengan dukungan alsintan dan program pembangunan pertanian yang terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Purbalingga optimistis sektor pertanian daerah akan semakin maju dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani dan masyarakat. [asr]











