Kilas

BMKG Gelar Program Internasional Layanan Iklim, Libatkan Peserta dari Sejumlah Negara

×

BMKG Gelar Program Internasional Layanan Iklim, Libatkan Peserta dari Sejumlah Negara

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bersama Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia menyelenggarakan Capacity Building Program on Applied Climate Services Operations for Colombo Plan Member Countries (CBP ACSO) 2026. Program ini diikuti peserta dari berbagai negara anggota Colombo Plan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemensetneg, Noviyanti, serta Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

Faisal menyampaikan, perubahan iklim kini menjadi realitas yang berdampak langsung pada berbagai sektor, mulai dari sumber daya air, ketahanan pangan, kesehatan, hingga infrastruktur.

“Kondisi ini menuntut ketersediaan layanan informasi iklim yang andal untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Menurutnya, BMKG terus memperkuat sistem observasi, meningkatkan kemampuan pemodelan dan prediksi, serta mengembangkan layanan iklim yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Ia menambahkan, informasi iklim yang akurat menjadi dasar penting bagi pemerintah, komunitas, dan sektor usaha dalam menentukan kebijakan dan langkah mitigasi.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kerja sama internasional, baik melalui skema bilateral maupun multilateral, dalam membangun ketahanan iklim.

Sementara itu, Noviyanti mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam kerja sama pembangunan internasional melalui skema South-South and Triangular Cooperation (SSTC).

“Program ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan rencana aksi konkret dan kerja sama berkelanjutan antarnegara,” katanya.

Selama pelaksanaan program, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari sesi kelas, diskusi, praktik teknis, hingga kunjungan lapangan.

Melalui program ini, Indonesia menegaskan perannya dalam memperkuat kolaborasi global di bidang layanan iklim, termasuk mendukung pengembangan sistem peringatan dini dan pengelolaan risiko iklim yang lebih efektif.

BACA JUGA  Wamenkes Tinjau Skrining TB di Pati, Dorong Deteksi Dini dan Pencegahan Penularan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *