Opini

Banyumas Kabupaten Miskin Di Jawa Tengah

178
×

Banyumas Kabupaten Miskin Di Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini

Pada Desember 2023, tercatat ada tujuh kabupaten miskin di Jawa Tengah. Kabupaten Banyumas menduduki posisi kedua dengan lebih dari 220.000 masyarakat yang terdata miskin dari total penduduk 1,8 juta jiwa. Angka ini menunjukkan sekitar 22% dari total populasi, namun jika digabungkan dengan mereka yang hampir miskin, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 300.000 orang. Ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh Bupati terpilih pada November 2024.

Meskipun ada kemajuan dalam pembangunan infrastruktur, kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan yang signifikan. Jurang sosial antara golongan kaya dan miskin terus melebar. Pembangunan infrastruktur berjalan pesat, tetapi usaha suprastruktur tertinggal jauh, mencerminkan ketimpangan yang nyata.

Program pemerintah seperti bantuan sosial telah menjadi alat politik, terutama pada pilpres lalu di mana bantuan sosial digunakan secara besar-besaran hingga mengantarkan salah satu pasangan calon menjadi pemenang. Namun, meskipun bantuan sosial tersebut telah disalurkan dengan melimpah, angka kemiskinan tetap tidak berkurang.

Masalah kemiskinan ini seharusnya ditanggapi dengan serius oleh pemerintah daerah. Pilkada serentak 2024 diharapkan menghasilkan bupati yang mampu merespons dengan cepat untuk mengatasi kemiskinan. Bupati Banyumas yang akan datang harus fokus pada penyelesaian masalah kemiskinan dengan mengandalkan pengalaman, rekam jejak, dan kemampuan memimpin yang kuat.

Salah satu tokoh politik yang disebut-sebut mampu mengatasi masalah ini adalah Drs. Sadewo Tri Lastiono, MM, seorang alumni UGM yang juga pengusaha dan mantan Wakil Bupati Banyumas (2018-2023).

Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota legislatif dari Fraksi PDI-P DPRD Banyumas (2004-2009). Pasangan yang ideal baginya adalah dr. Budhi Setiawan, alumni Unpad yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Banyumas dan juga pernah menjadi Wakil Bupati (2013-2018). Kombinasi Sadewo dan Budhi dipandang banyak pihak sebagai pasangan yang paling realistis dan mampu mengatasi masalah kemiskinan di Banyumas.

BACA JUGA  Tips Memilih Hewan Qurban yang Baik dengan 3 AT

Namun, perlu diingat bahwa politik selalu berujung pada kekuasaan dengan segala dinamikanya. Koalisi politik antara Sadewo dan Budhi telah dipandang secara luas sebagai pilihan yang paling masuk akal. Yang terpenting adalah memperhatikan suara-suara dari DPRD untuk lebih berperan dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kehidupan demokrasi lokal yang sehat.

Apa yang dimulai dengan lahirnya Orde-Reformasi masih merupakan proses yang harus terus disempurnakan.
Kita membutuhkan Drs. Sadewo Tri Lastiono, MM untuk membangun Banyumas karena berbagai alasan yang didasarkan pada pengalaman, rekam jejak, dan kemampuan kepemimpinannya.

Sadewo adalah figur yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, tetapi juga pengalaman luas dalam pemerintahan dan sektor bisnis yang membuatnya ideal untuk memimpin Banyumas menuju kemajuan yang lebih baik.

Disisi lain Dr. Budhi Setiawan adalah sosok yang telah terbukti dalam berbagai kapasitas, baik di bidang politik maupun kesehatan, dan memiliki rekam jejak yang menunjukkan dedikasi serta kompetensinya. Kita sadar bahwa pembangunan manusia adalah perjuangan yang penuh dengan tantangan, duka, dan derita, serta mungkin disertai kegelisahan. Penting bagi kita untuk tetap mampu mengatasi segala tuntutan pembangunan manusia ini dan bergerak menuju kehidupan yang lebih baik.

Dalam melaksanakan pembangunan ini, kita mungkin membuat kesalahan dan kelengahan. Namun, kesalahan harus diluruskan dan kelemahan diingatkan. Pendapat bahwa pembangunan saat ini tidak menghasilkan apa-apa adalah menyesatkan.

Drs. Sadewo Tri Lastiono, MM adalah sosok yang tepat untuk memimpin Banyumas karena kombinasi pengalaman, pendidikan, dan rekam jejak keberhasilannya. Kepemimpinannya diharapkan mampu mengatasi masalah kemiskinan, mempercepat pembangunan, dan membawa Banyumas ke arah yang lebih baik.

Keberadaan Sadewo sebagai pemimpin akan memastikan bahwa Banyumas memiliki masa depan yang cerah dan berkelanjutan. Di lain sisi, Dr. Budhi Setiawan adalah sosok yang sangat dibutuhkan untuk membangun Banyumas karena pengalaman, kepemimpinan, dan visinya. Kepemimpinannya diharapkan dapat membawa Banyumas menuju kemajuan yang lebih baik, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.

BACA JUGA  Bapedalitbang Siapkan Dokumen Perencanaan RDTR Ibukota Kecamatan Wilayah Pemekaran

Dengan kemampuan dan dedikasinya, Dr. Budhi Setiawan adalah pemimpin yang tepat untuk membawa perubahan positif di Banyumas. Dengan pandangan tersebut, jelas bahwa tidak ada yang bisa mengingkari bahwa pembangunan di Banyumas telah berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap akibat-akibat sampingan dari pembangunan itu sendiri.

Ada kesempatan untuk meluruskan yang salah dan mengingatkan yang lengah. Keterbukaan untuk menerima koreksi dan mengingatkan ini harus direspon secara proporsional oleh Bupati terpilih ke depan. Sebaliknya, koreksi yang diterima, betapapun keras dan pahitnya, harus mendapat tanggapan yang positif dan proporsional pula dari Bupati terpilih nanti.

Dengan tanggapan positif dan proporsional dari eksekutif maupun legislatif pada periode 2024-2029, kita dapat memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan dan kemajuan Banyumas dalam rangka mengembangkan pelaksanaan serta penghayatan Demokrasi Pancasila yang sehat.

Penulis : Suradi Al Karim
Advokat,
Dewan Penasehat DPC Peradi Purwokerto,
Dewan Penasehat MD KAHMI Banyumas Raya,
Fungsionaris BPPH- MPC PP Kabupaten Banyumas,
Fungsionaris LBH AP PDM Kabupaten Banyumas, dan
Mantan Petinggi DPD PG Kab. Banyumas.