Kilas

Program ”Speling” Dekatkan Layanan Dokter Spesialis ke Desa di Purbalingga

3
×

Program ”Speling” Dekatkan Layanan Dokter Spesialis ke Desa di Purbalingga

Sebarkan artikel ini

BANYUMASMEDIA.COM – Akses pelayanan kesehatan tingkat lanjut bagi masyarakat perdesaan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, kini kian diperluas. Melalui program Dokter Spesialis Keliling atau ”Speling”, warga di pelosok desa kini bisa mendapatkan pemeriksaan medis spesialis secara gratis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit pusat kota.

Pusat keramaian pelayanan kesehatan tersebut salah satunya terlihat di Balai Desa Majasari, Kecamatan Bukateja, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 120 warga setempat mengikuti pemeriksaan gratis yang menghadirkan empat jenis layanan dokter spesialis, yaitu kebidanan dan kandungan (obgyn), penyakit dalam, bedah, serta kesehatan anak.

Selain pemeriksaan umum, program hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Purbalingga dengan RSUD Panti Nugroho ini juga memfasilitasi pemeriksaan penyakit dalam serta skrining dini kanker serviks. Metode skrining menggunakan teknik inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) yang dipandu langsung oleh tenaga kesehatan terlatih.

Ketua Tim Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Purbalingga Nia Ismiratri menjelaskan, deteksi dini ini sangat krusial untuk menekan risiko penyakit tidak menular kronis di tingkat perdesaan.

”Tujuannya mendekatkan layanan langsung oleh dokter spesialis kepada masyarakat desa. Deteksi dini ini penting untuk mengenali risiko penyakit tidak menular, seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal sejak awal,” kata Nia.

Bagi pasien yang terindikasi membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, sistem rujukan berjenjang telah diintegrasikan. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Panti Nugroho Triadi Handoyo menegaskan pihak rumah sakit siap menerima rujukan rujukan dari Puskesmas Bukateja untuk menindaklanjui hasil temuan di lapangan.

Akses jangkauan program ”Speling” di Purbalingga mencatat kenaikan signifikan. Ajang pelayanan keliling yang pada 2025 hanya mencakup 25 lokasi, kini meluas drastis menjadi 66 lokasi atau desa pada 2026. Ekspansi ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh jajaran rumah sakit di Purbalingga dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. [asr]

BACA JUGA  Kolaborasi Wujudkan Kesejahteraan Pekerja dan Kondusifitas Iklim Usaha di Purbalingga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *